5 Skandal Terbesar Sepanjang Sejarah Sepak Bola

Sebelum Kejaksaan Agung Swiss mendakwa Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi dalam kasus suap, ada 5 skandal terbesar dalam sejarah sepak bola. Berikut rangkumannya.

oleh Bogi TriyadiDiperbarui 03 September 2022, 18:10 WIB
Sepp Blatter (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kejaksaan Agung Swiss mendakwa Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi dalam kasus penyuapan. Tuduhan suap ini adalah yang terbaru dari serangkaian skandal panjang dalam sepak bola.

Kasus ini terkait dengan perolehan hak siar untuk turnamen internasional, termasuk Piala Dunia, untuk beIN Sports antara 2018 dan 2030. Al-Khelaifi, yang merupakan bos beIn Sports, membantah dakwaan itu.

Dia juga menegaskan kembali keyakinannya tuduhan terhadap dirinya bakal segera dibatalkan. 

Kasus ini merupakan babak baru dari serangkaian skandal sepak bola yang membuat penggemar tergila-gila. Sebelumnya, ada kasus korupsi, pengaturan pertandingan, penyuapan, dan banyak lagi.

Berikut 5 skandal terbesar dalam sejarah sepak bola seperti dirangkum dari Ronaldo.com.

 

 


Skandal Piala Dunia 2014 di Brasil

Sejumlah penari tradisional dan musisi lokal mengiringi atraksi penutupan Piala Dunia 2014 di Stadion Macarana, Brasil, Senin (14/7/14). (AFP PHOTO/GABRIEL BOUYS)

Menjadi tuan rumah Piala Dunia membutuhkan biaya yang besar. Setidaknya ini dirasakan Brasil ketika terpilih sebagai tuan tumah kompetisi sepak bola terbesar pada 2014 lalu.

Begitu terpilih, Brasil segera merekonstruksi stadion-stadionnya. Miliaran dolar Amerika Serikat dipersiapkan untuk renovasi, termasuk fasilitas dan akomodasi setempat.

Kebutuhan dana yang besar dimanfaatkan politisi Brasil dengan bersedia membantu pembiayaan. Bantuan itu terlihat tidak lebih dari sekadar sumbangan. Tetapi, orang-orang melihat ada motif lain dari bantuan tersebut.

Seperti Nasser Al-Khelaifi dengan beiIN Sports-nya, dikhawatirkan memberikan pengaruh besar. Berinvestasi dalam Piala Dunia hanyalah salah satu taktik untuk memengaruhi pemilihan dan dana pemerintah berikutnya.

 

 

Load More

Skandal Pengaturan Pertandingan di Sepak Bola Jerman

Wasit sepak bola Robert Hoyzer terlihat di ruang sidang di Berlin, Jerman, 18 Oktober 2005. (AFP PHOTO POOL/MICHAEL HANSCHKE)

Fans sepak bola Jerman akan mengingat skandal mengejutkan pada 2005 lalu. Skandal itu adalah kasus suap dan memanipulasi hasil pertandingan.

Wasit divisi dua Robert Hoyzer mengaku bertanggung jawab atas pengaturan pertandingan. Pria yang gemar berjudi itu beroperasi di divisi dua dan tiga sepanjang Piala Jerman. Bundesliga dipercaya tidak terpengaruh, namun tidak ada keterangan terkait kasus ini.

Skandal tersebut meletus saat Jerman bersiap untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006. Sepak bola Jerman belum pernah melihat skandal seperti itu sejak 1970-an, di mana Hertha Berlin menyuap para pemain.

Hasil penyelidikan jaksa menemukan Hoyzer berkolaborasi dengan pejabat sepak bola lainnya, termasuk pelatih dan pemain.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya