Cara Menjaga Kesehatan Mental Tengah Pandemi Corona COVID-19

Di tengah pandemi virus Corona Covid-19 yang masih marak, masyarakat diimbau mengurung diri di rumah.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 09 April 2020, 17:00 WIB
Ilustraasi foto Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta- Di tengah pandemi virus Corona Covid-19 yang masih marak, masyarakat diimbau mengurung diri di rumah. Ini dilakukan untuk menekan penyebaran virus yang pertama kali munculdi Wuhan, China itu.

Hanya saja, hal ini ternyata malah bisa meningkatkan kecemasan kita dan mencederai kesehatan mental.

Namun, menurut Psikolog Intan Erlita, M.Psi, kecemasaan sebenarnya seuatu yang alami atau normal yang dirasakan seseorang. Dengan penanganan yang tepat, kecemasan justu menjadi penanda bagi tubuh untuk melakukan hal yang disarankan, seperti dalam keadaan pandemi virus corona covid-19.

"Kecemasan merupakan alarm tubuh untuk kita lebih mawas diri seperti ada wabah virus corona. Kita lebih sadar akan kesehatan tubuh, minum vitamin, makan-makanan sehat, dan rajin cuci tangan. Jadi kita tahu harus melakukan apa," ujar Erlita.

Kecemasaan tetap dibutuhkan agar tidak cuek dengan keadaan, namun jangan sampai berlebihan. Sebab kita nantinya malah sulit membedakan mana benar atau salah jika cemas berlebih.

"Jadi kalau berlebih malah jadi stres hingga depresi. Malah nantinya ada masalah psikologis. Cemas boleh untuk alarm diri namun tidak berlebih," tambahnya.

Ia pun membagikan beberapa tips agar kita tetap menjaga kesehatan mental dan tidak kebingungan dalam menerima informasi seperti mengenai virus corona covid-19.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.


Hindari Berita Negatif

Ilustrasi Work From Home Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Setiap hari tentu kita membaca informasi dari media sosial atau grup WhatsApp. Dalam informasi tersebut biasanya didominasi berita-berita negatif seperti update korban virus corona, negara akan lockdown dan bagaimana nasib warga negaranya?

"Bayangkan kalau kita setiap hari mendapatkan berita negatif terus menerus, jadi kita berasumsi dengan hal yang belum tentu benar. Berita negatif tersebut tertanam dalam benak kita, akhirnya stres dan daya tubuh menurun karena cemas dan takut berlebih," papar Intan.


Memilih Media Sosial

7 topik percakapan di media sosial tentang Covid-19 di Indonesia. Kredit: Laporan Kantar bertajuk "Covid Pulse, How are Indonesian Feeling?"

Intan mengatakan, media sosial dapat membantu kita jika digunakan secara bijak, namun juga dapat 'membunuh'. Jadi ada baiknya menyortir akun-akun apa yang harus kita follow atau unfollow. Atau mute teman-teman atau akun-akun yang selalu menyebarkan berita negatif.

Lanjut Baca:

"Tujuannya untuk mengkarantina dari fisik dan psikis agar pikiran tidak negatif," tambah Intan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya