Deretan Momen Terburuk di MotoGP Musim 2016

Pada MotoGP 2016 terjadi begitu banyak momen dalam persaingan menjadi yang terbaik.

oleh Hendry WibowoDiterbitkan 09 April 2020, 10:35 WIB
Pebalap MotoGP asal Italia, Andrea Iannone (kiri) dari Ducati terjatuh bersama rekannya Andrea Dovizioso pada Grand Prix di Termas de Rio Hondo, Argentina. (EPA/Nicolas Aguilera)

Jakarta Tidak berlebihan bila menilai MotoGP 2016 sebagai salah satu kompetisi menarik sepanjang sejarah Kelas Tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor tersebut.

Bagaimana tidak, MotoGP 2016 menyuguhkan berbagai momen menarik untuk para fans. Salah satu contohnya adalah munculnya sembilan pembalap berbeda sebagai pemenang seri balapan. Ini jadi rekor baru dalam sejarah MotoGP.

Namun, di antara momen-momen menarik, terselip juga momen menegangkan bahkan buruk. Insiden meletusnya ban belakang motor Scott Redding bisa menjadi salah satu contoh.

Insiden itu bisa berakibat fatal jika Redding tak mampu menjaga keseimbangan motor hingga menepi ke tepi lintasan.

Faktanya, balapan MotoGP memang benar-benar sulit diprediksi. Persaingan yang melibatkan 21 pembalap paling kompetitif di dunia, mesin 260 tenaga kuda, dan tikungan-tikungan sulit membuat balapan MotoGP tak pernah berjalan sesuai rencana!

Berikut ini enam momen buruk yang muncul di ajang MotoGP 2016 yang dilansir oleh Crash.net:


1. Andrea Iannone Tabrak Andrea Dovizioso di Argentina

Dua pebalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, bertabrakan di tikungan terakhir jelang finis MotoGP Argentina di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo, Senin (4/4/2016) dini hari WIB. (Bola.com/Twitter)

Jika Anda bos sebuah tim, aturan pertama untuk pembalap adalah: jangan tabrak rekan setim Anda. Jika Anda seorang pembalap, aturan pertamanya adalah: kalahkan rekan setim Anda. Aturan yang bertolak belakang itu, diyakini kerap memicu inisiden sejak dahulu hingga sekarang, bahkan mungkin pada masa mendatang.

Senggolan ringan pada awal-awal lap yang ketat mungkin bisa dimaafkan, tapi menabrak rekan setim sehingga keduanya sama-sama gagal naik podium hanya beberapa meter sebelum garis finis sangat sulit dijelaskan.

Yang menyesakkan, itulah yang terjadi pada Andrea Iannone pada seri kedua MotoGP 2016 di Argentina. Dia menabrak rekan setimnya, Andrea Dovizioso, sehingga keduanya gagal finis di lap terakhir.

Clash tersebut berbuntut panjang dan diyakini menjadi salah satu alasan Ducati memilih mempertahankan Dovizioso ketimbang Iannone untuk mendampingi pebalap rekrutan baru, Jorge Lorenzo, pada MotoGP 2017.


2. Mesin Motor Valentino Rossi Jebol di Mugello

Valentino Rossi di sirkuit Mugello 2016 (AFP/Giuseppe Cacace)

Pada era MotoGP saat ini, mesin motor yang jebol tak banyak terjadi dibandingkan dulu. Namun, memang hal seperti itu kadang tak bisa dihindari.

Namun, jika kerusakan mesin seperti itu menimpa motor Yamaha yang dikenal tangguh, tentu saja jadi menarik perhatian. Apalagi mesin motor yang jebol itu milik Valentino Rossi yang sedang bertarung memperebutkan posisi pertama di depan fansnya di Mugello, Italia.

Lanjut Baca:

Gagal finis membuat Valentino Rossi tak kuasa menyapa para penggemarnya di podium seperti yang sudah menjadi tradisi di Mugello. Ini merupakan pertama kalinya dalam 10 tahun Rossi dua kali gagal finis pada enam balapan pertama. Rossi juga belum pernah dua kali tak dapat poin dalam semusim sejak 2011. Terakhir kali mesin motor Yamaha jebol saat balapan adalah pada 2012 di Indianapolis, AS. Kala itu, Ben Spies yang jadi korban. Mesin motor Jorge Lorenzo sebenarnya juga bermasalah. Namun, dia beruntung karena mesin motornya jebol saat pemanasan, kemudian saat balapan tak mengalami masalah apapun dan akhirnya menjadi pemenang.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya