Seekor anak harimau bengal yang baru lahir bernama "Covid" terlihat di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Liar "BioZoo" di negara bagian Veracruz, Meksiko, 5 April 2020. Pemberian nama itu terinspirasi dari pandemi yang saat ini tengah melanda dunia yaitu Corona COVID-19. (VICTORIA RAZO/AFP)
Dokter hewan memeriksa anak harimau bengal yang baru lahir di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Liar "BioZoo" di negara bagian Veracruz, Meksiko, 5 April 2020. Bayi harimau yang lahir pada 14 Maret 2020 lalu ini dinamai 'Covid' di tengah pandemi wabah virus corona. (VICTORIA RAZO/AFP)
Seorang dokter hewan memegang anak harimau bengal yang baru lahir di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Liar "BioZoo" di negara bagian Veracruz, Meksiko, 5 April 2020. Bayi harimau yang lahir pada 14 Maret 2020 lalu ini dinamai 'Covid' di tengah pandemi wabah virus corona. (VICTORIA RAZO/AFP)
Seekor anak harimau bengal yang baru lahir bernama "Covid" ditimbang di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Liar "BioZoo" di negara bagian Veracruz, Meksiko, 5 April 2020. Pemberian nama itu terinspirasi dari pandemi yang saat ini tengah melanda dunia yaitu Corona COVID-19. (VICTORIA RAZO/AFP)
Dokter hewan memberi makan anak harimau bengal yang baru lahir di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Liar "BioZoo" di negara bagian Veracruz, Meksiko, 5 April 2020. Bayi harimau yang lahir pada 14 Maret 2020 lalu ini dinamai 'Covid' di tengah pandemi wabah virus corona. (VICTORIA RAZO/AFP)
Seekor anak harimau bengal yang baru lahir bernama "Covid" terlihat di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Liar "BioZoo" di negara bagian Veracruz, Meksiko, 5 April 2020. Pemberian nama itu terinspirasi dari pandemi yang saat ini tengah melanda dunia yaitu Corona COVID-19. (VICTORIA RAZO/AFP)
Dokter hewan memberi makan anak harimau bengal yang baru lahir di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Liar "BioZoo" di negara bagian Veracruz, Meksiko, 5 April 2020. Bayi harimau yang lahir pada 14 Maret 2020 lalu ini dinamai 'Covid' di tengah pandemi wabah virus corona. (VICTORIA RAZO/AFP)