Pekerja makam membawa jenazah dalam peti mati kardus untuk dimakamkan di Pemakaman Umum di Guayaquil, Ekuador, Senin (6/4/2020). Kehabisan peti mati, kota terbesar di Ekuador yang menjadi klaster wabah virus corona itu terpaksa menggunakan kotak kardus untuk korban Covid-19. (AP/Luis Perez)
Tampilan kotak kardus yang digunakan sebagai peti mati di sebuah truk di luar pemakaman di Guayaquyil, Ekuador, Senin (6/4/2020). Kehabisan peti mati, kota terbesar di Ekuador yang menjadi klaster wabah virus corona itu terpaksa menggunakan kotak kardus untuk korban Covid-19. (Jose Sanchez/AFP)
Peti mati kardus berisi jenazah diletakkan di atas mobil sebelum dimakamkan di luar Rumah Sakit Teodoro Maldonado di Guayaquil, Senin (6/4/2020). Kehabisan peti mati, kota terbesar di Ekuador yang menjadi klaster wabah virus corona itu menggunakan kotak kardus untuk korban Covid-19. (AP/Luis Perez)
Kerabat membawa peti mati kardus berisi jenazah untuk dimakamkan, ketika meninggalkan gereja di Guayaquil, Ekuador, Senin (6/4/2020). Kehabisan peti mati, kota terbesar di Ekuador yang menjadi klaster wabah virus corona itu terpaksa menggunakan kotak kardus untuk korban Covid-19. (AP/Luis Perez)
Tampilan kotak kardus yang digunakan sebagai peti mati di sebuah truk di luar pemakaman di Guayaquyil, Ekuador, Senin (6/4/2020). Kehabisan peti mati, kota terbesar di Ekuador yang menjadi klaster wabah virus corona itu terpaksa menggunakan kotak kardus untuk korban Covid-19. (Jose Sanchez/AFP)
Peti mati kardus berisi jenazah diletakkan di atas mobil sebelum dimakamkan di luar Rumah Sakit Teodoro Maldonado di Guayaquil, Senin (6/4/2020). Kehabisan peti mati, kota terbesar di Ekuador yang menjadi klaster wabah virus corona itu menggunakan kotak kardus untuk korban Covid-19. (AP/Luis Perez)