Jakarta - Masyarakat dunia tidak berdaya menghadapi pandemi virus Corona. Dunia seakan berhenti berputar karenanya.
Hampir seluruh bidang kehidupan terkena dampak, mulai ekonomi, pemerintahan, hingga olahraga. Di bidang olahraga, misalnya, pandemi virus Corona memaksa hajatan akbar seperti Piala Eropa dan Olimpiade Tokyo ditunda hingga tahun depan.
Advertisement
Belum lagi kerugian masif dari sektor ekonomi. Pariwisata lesu, sektor UKM juga terdampak hebat.
Apalagi, keluarga pasien yang harus kehilangan anggota keluarga tercinta setelah dinyatakan positif COVID-19. Tak ada yang bisa menggantikan kehilangan itu.
Tak ada yang tahu pasti, kapan pandemi virus Corona ini berakhir. Situasi ini sangat rentan mengganggu kondisi kesehatan mental seseorang.
Gangguan kesehatan mental yang bisa dialami, seperti gelisah, cemas, khawatir, ketakutan, stres, hingga memicu depresi.
Semua rentang usia bisa terkena gangguan kesehatan mental tersebut. Anak, misalnya, bisa merasakan stres lantaran merasakan perubahan mendadak dalam kesehariannya. Ia merasakan kehilangan kehidupan "normal".
Seperti diketahui, dalam upaya meredam penyebaran penularan virus Corona, pemerintah di semua negara, termasuk Indonesia, menerapkan kebijakan karantina mandiri.
Jadi, sebisa mungkin, semua aktivitas untuk sementara dilakukan di dalam rumah. Mulai bekerja, belajar, dan beribadah. Warga hanya diminta keluar rumah hanya untuk keperluan mendesak saja.
Di sisi lain, ada beberapa petunjuk praktis, bagaimana Anda bisa terhindar dari kegelisahan tersebut.
Berikut, Bola.com merangkum dari berbagai sumber, Rabu (1/4/2020), empat cara mengatasi kegelisahan yang mungkin Anda rasakan sebagai dampak pandemi virus Corona.
**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.
Mencari Tahu Fakta tentang Covid-19
1. Mencari Tahu Fakta tentang COVID-19
Mencari tahu tentang apa itu dan asal-usul COVID-19 akan cukup menghilangkan rasa cemas dan kegelisahan terhadap virus ini. Selain itu, mengetahui bagaimana cara menangani pasien dan bagaimana cara agar tak tertular dari virus ini, juga akan membuat Anda menjadi lebih tenang.
Melansir dari Business Insider, menurut psikolog Baruch Fischhoff, seorang profesor di Universitas Carnegie Mellon, wajar untuk takut dan cemas terhadap penyakit atau flu yang belum kita ketahui asal-usul dan cara penanganannya.