Liputan6.com, Jakarta Ancaman virus Corona Covid-19 semakin nyata menyusul meningkatnya jumlah korban, termasuk di Indonesia. Tanpa panduan resmi, warga secara swadaya menjaga lingkungannya tetap aman dari paparan virus yang sampai saat ini sudah membunuh puluhan ribu orang di seluruh dunia.
"Tidak ada pak," jawab ketua RT tempat saya tinggal di grup whatsapp pengurus ketika ditanya mengenai arahan dari pemerintah setempat terkait pencegahan Covid-19 di lingkungan kami di Pamulang, Tangerang Selatan.
Advertisement
Saat percakapan ini berlangsung, di Banten, sudah dua orang dinyatakan positif virus Covid-19. Pengumuman disampaikan Gubernur Banten, Wahidin Halim lewat akun Instagram-nya, 18 Maret lalu.
Belum diketahui daerah asal kedua korban tersebut, sebab gubernur tidak menyampaikannya secara rinci. Yang jelas, tidak lama kemudian, angka ini kembali bertambah menjadi empat pasien positif Covid-19.
Warga waswas. Perbincangan kemudian mengerucut ke arah pembentukan tim tanggap Covid-19 secara mandiri. Tidak perlu menunggu arahan dari pihak kelurahan atau kecamatan, intinya adalah berusaha semaksimal mungkin mencegah masuknya virus tersebut ke dalam lingkungan perumahan.
**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.
Bergerak Sporadis
Saya mencoba menanyakan kepada Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Covid-19 Tangsel, Tulus Muladiyono, mengenai panduan warga dalam melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan setingkat RT. Namun permintaan wawancara lewat telepon tidak kunjung ditangapi. Pertanyaan yang saya sampaikan lewat whatsapp juga tidak kunjung dijawab hingga hari ni.
Pertanyaan yang sama juga kemudian saya ajukan kepada Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Banten, Ati Pramudji. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Ati.
Tanpa panduan resmi, warga tetap bergerak. Meski terkesan sporadis, setidaknya langkah ini bisa sedikit menumbuhkan perasaan aman warga di tengah pandemi global Virus Corona Covid-19.
Ada tiga hal yang disepakati untuk dilakukan. Pertama pemetaan, kedua sosialisasi, dan ketiga adalah pencegahan-- belum sampai ke tahap penanganan bila ada warga yang positif Covid-19.