SHOWBIZ BLAK-BLAKAN: Aku Didepak Produser Sinetron Karena Minta Pulang Syuting Lebih Awal (bagian 1)

Baru memulai karier, aku berteman dengan selebgram cantik biang sensasi negeri ini. Rekaman percakapan penuh rayu kami viral. Aku dituduh pansos. Siapa aku? Ikuti Showbiz Blak-Blakan.

oleh Anjali LDiterbitkan 24 Maret 2020, 20:45 WIB
Showbiz Blak-Blakan

Liputan6.com, JakartaArtis setingan! Kalau enggak digosipkan lagi indehoy sama selebgram biang sensasi dan rekaman percakapannya enggak viral di medsos, lo mana bisa terkenal kayak sekarang?

Halah dia, kan pansos sama Mbak Selebgram cantik. Coba kalau rekaman percakapan mereka lagi indehoy di kelab enggak viral, mana ada yang ngeh sama namanya?

Oh jadi ini yang habis icip-icip asoy dengan Mbak Selebgram di kelab remang-remang papan atas, ya? Happy famous, Mas Bro! Lumayanlah, ya jumlah follower jadi nambah puluhan ribu sehari.

Itu hanya tiga dari ratusan komentar yang menumpuk di kolom komentar Instagramku. Ini bermula ketika aku, Cakra Wibawa, berkenalan dengan seorang selebgram cantik dengan pengikut jutaan. Sebut saja namanya, Nala Cahya.


Drama Baru di Instagram

Logo Instagram.

Usai dugem, kami mampir ke kedai kopi yang buka 24 jam, di dekat kelab, di sebuah kawasan mewah di Bali. Lewat tengah malam, aku sok-sokan merayu Nala dan sempat terucap kata-kata sensitif soal organ tubuh perempuan.

Adu rayu antara aku dan Nala direkam sejumlah sahabat. Entah siapa yang menyebarkan di Instagram. Makin heboh karena dipublikasikan pula oleh sebuah akun gosip Instagram. Beberapa kali awak media menghubungiku dan meminta waktu untuk wawancara.

Aku jawab tidak bisa sekarang karena masih berlibur di Bali. Tiga hari kemudian aku kembali ke Jakarta. Kupikir situasi mereda. Eh, Nala malah bikin drama baru dengan membuka sesi tanya jawab di Instagram Stories. 


Ternyata Bablas Itu Menyenangkan

Aku tahu setelah seorang sahabat (bukan dari kalangan artis) mengirim lima tangkapan layar sesi tanya jawab dengan warganet +62 yang budiman. Dari lima tangkapan layar itu, ada satu yang bikin aku gondok setengah mati.

Yakni, saat seorang warganet bertanya, “Benaran itu indehoy sama MasCak?” Bukannya meredakan, Nala malah memanaskan suasana dengan bilang, “Sama-sama suka dan ndilalah kebablasan. Ternyata bablas itu menyenangkan, shay!What the…

Prediksiku meleset. Sejumlah awak media tetap menghubungiku via ponsel atau fitur direct message Instagram dari tabloid, majalah, hingga situs berita hiburan. Sebagian kulayani, sebagian lagi tak sempat karena ada sejumlah pekerjaan menanti.

Lanjut Baca:

Hal lain yang menurutku menyakitkan, tudingan pansos alias panjat sosial. Benar bahwa selebgram, selebtwit, dan YouTuber kini mulai disejajarkan dengan artis. Mereka kini punya kesempatan menjadi bintang tamu gelar wicara hingga main film. Tapi apa yang dilakukan Nala padaku sebenarnya kelewat batas. Aku keberatan. “Mending lo sekarang cari manajer, deh. Jadi permintaan wawancara biar diatur sama manajer termasuk volume pekerjaan dan kontrak dengan pihak kedua,” saran Sanny, sahabatku sejak SMA sekaligus teman menongkrong. Kami nongkrong di kedai kopi di sebuah mal papan atas di Jakarta Selatan. Aku mengangguk lalu berbagi pendapat. “Menarik, sih. Tapi karier gue, kan baru saja mulai. Kayaknya gue masih bisa memilih pekerjaan sendiri, menentukan angka, dan mengatur jadwal kerja, San. Nanti, deh kalau gue sudah mulai kelabakan, baru gue cari manajer,” kataku.  

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya