Jubir: Bagi yang Tak Mungkin Bekerja dari Rumah, Tetap Hati-Hati

Yurianto menuturkan, berdasarkan data, memang kelompok usia muda mempunyai daya tahan lebih baik daripada kelompok usia lanjut. Akan tetapi, bukan berarti tidak terkena Covid-19.

oleh Mevi Linawati diperbarui 21 Mar 2020, 17:07 WIB
Juru Bicara Penanganan Percepatan COVID-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers melalui Live Streaming terkait perkembangan virus Corona di Gedung Graha BNPB, Jakarta pada Rabu (18/3/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga jarak saat kontak sosial. Jarak aman jangan kurang dari 1 meter, kemudian menghindari kerumunan dan pertemuan yang dihadiri banyak orang untuk mencegah penularan Covid-19.

"Kita sadari bersama bahwa ada sebagian saudara saudara yang tidak mungkin untuk bekerja dari rumah. Oleh karena itu tetap hati-hati. Kemudian pastikan ini kalau memang nggak perlu sama sekali untuk keluar rumah, lebih baik tidak keluar dari rumah," kata Yurianto dalam jumpa pers di BNPB, Jakarta, Sabtu (31/3/2020).

Dia menuturkan, berdasarkan data, memang kelompok usia muda mempunyai daya tahan lebih baik daripada kelompok usia lanjut. Akan tetapi, bukan berarti usia muda tidak terkena Covid-19.

"Bisa terkena dan tanpa gejala. Inilah yang jadi salah satu faktor cepatnya penyebaran karena terkena tanpa gejala dan tidak isolasi diri. Ini problem mendasar sehingga sebaran menjadi cepat," ucap dia.

Yurianto menyebut, kalau Covid-19 menular ke saudara yang lebih tua dan rawan, maka akan menjadi persoalan serius. Karena itu, walaupun masih muda dan daya tahan tubuh yang kuat tetap harus memperhatikan situasi supaya tidak menjadi sumber penyebaran di keluarga.

"Karena itu, patuhi benar imbauan pemerintah untuk lebih banyak di rumah. Patuhi betul untuk semaksimal mungkin tidak keluar rumah. Ini penting dalam kaitan dengan pencegahan," kata Yurianto.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Positif Corona menjadi 450 orang

Juru Bicara Penanganan Percepatan COVID-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers melalui Live Streaming terkait perkembangan virus Corona di Gedung Graha BNPB, Jakarta pada Rabu (18/3/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia bertambah 81 orang hingga Sabtu (21/3/2020) siang. Total orang yang terinfeksi virus Corona hingga hari ini menjadi menjadi 450 orang.

Data tersebut merupakan akumulasi perhitungan hingga Sabtu 21 Maret 2020.

"Ada penambahan kasus baru sebanyak 81 orang. Sehingga total 450 orang, " ujar juru bicara pemerintah Indonesia untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di BNPB, Jakarta, Sabtu.

Kemudian, penambahan jumlah kasus yang telah dua kali menjalani pemeriksaan dan hasilnya negatif secara klinis membaik dan dinyatakan sembuh ada 4 orang. Sehingga total sembuh dan boleh pulang ada 20 orang.

Yurianto menyebutkan, jumlah pasien kasus Covid-19 yang meninggal bertambah 6 orang. Dengan demikian totalnya mencapai 38. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya