Rapid Test Corona Covid-19 Bukan untuk Diagnosis Virus, Ini Penjelasannya

Pemerintah RI telah menerapkan tes Corona COVID-19 massal dengan metode rapid test, sejak Jumat (20/3).

oleh Liputan6.comDiterbitkan 21 Maret 2020, 11:58 WIB
Banner Rapid Test, Tes Massal Virus Corona Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)

Liputan6.com, Jakarta- Pemerintah RI telah menerapkan tes Corona COVID-19 massal dengan metode rapid test, sejak Jumat (20/3). Rapid test ini dilakukan dengan cara menggunakan pengambilan sampel darah.

Namun begitu, rapid test massal ini bukan untuk mendiagnosis apakah seseorang positif atau tidak terkena virus corona COVID-19. Tidak semua orang akan diperiksa Covid-19. Namun, hanya mereka yang beresiko.

"Tes Corona massal ini baru tahap skrining saja, bukan untuk deteksi atau diagnosis pasti orang yang bersangkutan positif atau tidak kena COVID-19," kata Juru Bicara Penanganan Percepatan COVID-19 Achmad Yurianto saat dihubungi Health Liputan6.com melalui sambungan telepon, Jumat (20/3/2020).

Yuri menambahkan, bila hasil screening dinyatakan positif, maka pasien akan kembali diperiksa dengan metode VCR. Sebab, kata Yuri, seseorang yang sudah sembuh juga masih bisa terditeksi positif corona Covid-19.

Adapun gambaran awal rapid test yang akan diterapkan, sebagai berikut:

Saksikan Video terkait virus Corona di Bawah Ini


Sampel yang Digunakan

Ilustrasi Foto Peneliti (iStockphoto)

Darah yang akan diperiksa lebih lanjut, yakni dilihat dari reaksi imunoglobulin (protein yang disekresikan dari sel plasma yang mengikat antigen sebagai efektor sistem imun). Yang perlu diperhatikan, dalam rapid test yang diperiksa adalah imunoglobulinnya. 

Dibutuhkan reaksi imunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi Corona COVID-19 paling tidak seminggu sebelum terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu. Upaya ini juga sudah diterapkan di negara-negara lain, yang terdapat kasus COVID-19.

"Skrining massal dengan metode imunoglobulin atau pengukuran antibodi di dalam sampel darah ini juga dilakukan oleh banyak negara terdampak virus Corona," ujar Yuri saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

 


Alat untuk Rapid Test

Tujuan dari skrining massal menggunakan rapid test untuk membantu penanganan potensi penyebaran COVID-19. Yuri menuturkan, Alat rapid test sendiri merupakan kit test, seperti buat tes kehamilan.


Sasaran Rapid Test

Ilustrasi Foto Peneliti (iStockphoto)

Meski disebut-sebut sebagai tes Corona massal, bukan berarti tes ini menyasar masyarakat secara luas per individu. Rapid test ini dilakukan kepada orang-orang yang dicurigai punya gejala COVID-19, berkontak dengan teman atau rekan kerja yang positif atau ada gejala COVID-19.

Lanjut Baca:

"Bukan masyarakat umum sesuai nomor KTP gitu. Tapi masyarakat yang sudah positif atau pernah berkontak dengan orang lain yang positif atau ada gejala COVID-19. Misalnya, ada karyawan yang positif COVID-19. Nah, itu jadi teman-teman satu kantor yang berhubungan dengan dia harus diperiksa. Skriningnya ini nanti yang menggunakan rapid test," jelas Yuri.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya