Jadi Pusat Penanganan Virus Corona, Intip Fasilitas WIsma Atlet

Pemerintah menyiapkan Wisma Atlet Asian Games sebagai sentra pusat penanganan Corona.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 20 Maret 2020, 18:00 WIB
Wisma Atlet Kemayoran akan dijadikan tempat isolasi pasien virus corona. (Dok Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah menyiapkan Wisma Atlet Asian Games sebagai sentra pusat penanganan Corona. Nantinya, Kementerian BUMN akan bekerja sama dengan BNPB, Satgas Penanganan Corona, Kementerian PU PR, Kementerian Kesehatan, serta pihak terkait untuk segera memaksimalkan Wisma Atlet sebagai lokasi penanganan pasien Corona.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya akan membagi masing-masing tower Wisma Atlet untuk kepentingan yang berbeda. Tower 4 akan difokuskan untk tempat istirahat tenaga medis. Sementara tower 6 dan 7 untuk pasien yang dilengkapi dengan ruang santai atau refreshing.

"Mereka harus dilindungi dan harus cukup istirahat karena itu kita tempatkan khusus (di Tower 4). Sedangkan Tower 3 akan menjadi lokasi posko bagi petugas Satgas yang menangani pendemik Virus Corona," ujar Erick di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

"Tower 6 dan 7 kita akan fokuskan khusus ke pasien. Di sana akan dilengkapi ruang ICU, ruang refreshing, dan ruang rawat pasien. Pintunya ada dua dan dalam pengawasan," sambungnya.

Dalam pengoperasian Wisma Atlet sebagai lokasi penanganan Corona, BUMN akan menerjunkan tenaga kesehatan yang dimiliki rumah sakit BUMN. Selain itu fasilitas dan alat kesehatan akan dilengkapi dari dana CSR BUMN.

"CSR BUMN akan dialokasikan ke sini. CSR akan membantu akan sediakan alat di sini (Wisma Atlet). Selain itu BUMN farmasi terus memproduksi kebutuhan-kebutuhan obat yang diperlukan," kata Erick.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Libatkan Kementerian Kesehatan

Wisma Atlet Kemayoran dipersiapkan untuk jadi tempat isolasi pasien virus corona. (Dok Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR)

Selain Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan juga akan terlibat dalam menyediakan tenaga-tenaga kesehatan dan perawat. Namun Erick mengakui tenaga pemerintah terbatas terutama terkait tenaga kesehatan.

Oleh karenanya, Erick berterima kasih kepada pihak swasta yang sejak awal menyatakan tekadnya untuk terlibat dalam penanganan pandemik Corona. "Saya ucapkan terima kasih banyak kepada pihak swasta yang sudah bersedia membantu. Kita semua berusaha bersama semaksimal mungkin sesuai dengan arahan Pak Presiden, untuk mengatasi dampak dari pandemik ini," kata Erick.

Tak hanya di sisi kesehatan, langkah antisipasi juga disiapkan Kementerian BUMN di sektor ekonomi. Erick menyadari banyak sektor ekonomi yang terpukul gejolak akibat pandemik yang melanda dunia.

Sektor terparah yang terdampak adalah hotel, restoran, pariwisata, dan penerbangan. Karena itu, Kementerian BUMN akan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk segera meluncurkan kebijakan yang membantu industri yang terdampak itu.

"Tak hanya kesehatan, tapi kita juga memastikan agar sektor bisnis bisa tetap jalan. kita pastikan bank-bank BUMN turunkan suku bunga UKM. Kita juga berkoordinasi dengan lembaga lain yang terkait agar ada relaksasi untuk sektor-sektor terdampak seperti hotel, pariwisata, penerbangan, restoran yang punya pinjaman ke bank-bank BUMN agar diberi keringanan," kata Erick.

 

 

Anggun P. Situmorang

Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya