Liputan6.com, Padang: Warga dan para pelajar kelurahan Lambung Bukik, Padang, Sumatera Barat, bertaruh nyawa setiap hari berangkat dari rumah untuk beraktivitas. Mereka harus bergelantungan di jembatan yang sudah ambruk ini.
Pantauan SCTV, Rabu (11/7), meski tangan dan kaki sejumlah pelajar hanya bertumpu pada kawat jembatan yang masih tersisa namun mereka tetap bersemangat pergi ke sekolah yang berjarak dua kilometer dari rumah.
Jembatan gantung yang menjadi satu-satunya penghubung desa ini putus dua tahun silam karena kondisinya yang sudah tua. Warga pun tak punya jalan lain untuk keluar masuk desa. Selain bergelantungan, sebagian warga kerap nekat menyeberangi sungai yang terkadang berarus deras itu.
Warga pun berharap pemerintah setempat segera memperbaiki jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian mereka.(ADI)
Pantauan SCTV, Rabu (11/7), meski tangan dan kaki sejumlah pelajar hanya bertumpu pada kawat jembatan yang masih tersisa namun mereka tetap bersemangat pergi ke sekolah yang berjarak dua kilometer dari rumah.
Jembatan gantung yang menjadi satu-satunya penghubung desa ini putus dua tahun silam karena kondisinya yang sudah tua. Warga pun tak punya jalan lain untuk keluar masuk desa. Selain bergelantungan, sebagian warga kerap nekat menyeberangi sungai yang terkadang berarus deras itu.
Warga pun berharap pemerintah setempat segera memperbaiki jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian mereka.(ADI)