Magelang - PSIS Semarangbertekad melanjutkan tren positif saat menjamu Arema FC dalam pekan ketiga Shopee Liga 1 2020 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (14/3/2020).
Aura positif sedang hinggap di skuat PSIS Semarang jelang duel kontra Arema. Kemenangan krusial Mahesa Jenar pada laga sebelumnya di markas Persela Lamongan dengan skor 3-2, Sabtu (7/3/2020), menjadi penyebabnya.
Advertisement
Tiga poin dengan susah payah didapat Wallace Costa di kandang Persela. Meski sempat unggul tiga gol, gawang PSIS kemudian dua kali bobol. Itu menjadi kemenangan pertama, setelah hasil minor di kandang Persipura pada laga sebelumnya.
Hal lain yang dapat membakar semangat bertanding anak asuh Dragan Djukanovic adalah catatan impresif PSIS atas Arema pada musim lalu. PSIS berhasil menahan imbang Arema 1-1 di Kanjuruhan (31/8/2019).
Kehebatan PSIS kembali berlanjut pada pertemuan kedua di Magelang. Saat itu PSIS yang dilatih Bambang Nurdiansyah, menang telak 5-1 (8/12/2019). Kondisi inilah yang ingin kembali dilakukan PSIS saat menjamu Arema nanti.
Dukungan penuh dari Panser Biru maupun Snex, makin menambah kekuatan tersendiri bagi PSIS. Arema yang sedang limbung setelah dipermalukan Persib Bandung, juga menjadi catatan bahwa PSIS punya peluang besar untuk mengatasi tamunya.
"Pemain sudah terlihat rileks dalam beberapa sesi latihan terakhir dan sangat memuaskan tim pelatih. Kemenangan di Lamongan sudah kami lupakan dan fokusnya sekarang adalah bagaimana untuk mengalahkan Arema," terang Dragan Djukanovic, Jumat (13/3/2020).
Menghadapi Singo Edan, tak akan banyak perubahan komposisi pemain di PSIS. Terutama hanya Safrudin Tahar yang absen karena akumulasi kartu merah di Lamongan. Dragan Djukanovic berpeluang menempatkan Frendi Saputra sebagai penggantinya.
Dragan juga telah menekankan kepada anak asuhnya, agar tidak kembali lengah seperti yang dilakukan di kandang Persela. Terlebih ia menyebut Arema adalah tim yang dihuni banyak pemain berpengalaman.
"Ada banyak pemain berkualitas di Arema seperti Bauman, Elias, dan terutama Kushedya Hari Yudo. Sangat berbahaya jika mereka dibiarkan di area pertahanan kami," jelas pelatih PSIS Semarang itu.