Kemungkinan Sembuh dari Virus Corona Capai 97 Persen

Dokter spesialis paru konsultan Erlina Burhan menyebut, kemungkinan pasien sembuh dari virus corona (COVID-19) mencapai 97 persen. Kok bisa?

oleh Fitri Haryanti HarsonoDiterbitkan 07 Maret 2020, 06:00 WIB
Petugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Liputan6.com, Jakarta Dokter spesialis paru konsultan Erlina Burhan menyebut, kemungkinan pasien sembuh dari virus corona (COVID-19) mencapai 97 persen. Perawatan yang diberikan mengobati gejala keluhan.

"Penyakit ini jangan disamakan dengan flu burung yang memiliki angka kematian tinggi. COVID-19 gejala klinisnya ringan, data yang meninggal 3 persen, kemungkinan sembuhnya 97 persen," jelas Erlina ditemui di Kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ditulis Jumat (6/3/2020).

Gejala yang dialami bervariasi. Pada umumnya ringan (symptomatik) mirip flu. Kalau gejalanya ringan bisa diatasi.

"Kenapa di Wuhan sana banyak juga yang sembuh? Karena gejalanya diobati. Kalau demam dikasih obat demam," lanjut Erlina.

Pengobatan di atas termasuk terapi suportif, yakni pengobatan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan daya tahan tubuh tubuh.

 

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Negatif Tidak Ada Virus

Han Yi, petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Pada dasarnya, virus corona merupakan self limiting disease (penyakit yang bisa sembuh sendiri). Sistem imun yang baik dapat melawan si virus corona.

"Definisi sembuh dilakukan dengan pemeriksaan PCR yang menunjukkan negatif 2 kali berturut-turut. Kalau sampai keduanya dicek negatif. Berarti tidak ada lagi virus di saluran pernapasan," Erlina melanjutkan.

Virus corona termasuk virus yang bergerak dinamis.

"Sekali lagi, kalau pemeriksaan negatif ya negatif. Tidak ada virus corona yang bisa menularkan kepada orang lain," tambah Erlina yang berpraktik di RS Persahabatan Jakarta.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya