Tarif Commuter Jabodetabek Akan Dinaikkan

PT KAI Commuter Jabodetabek berencana menaikkan tarif Rp 2.000 mulai Oktober mendatang. Namun, sejumlah pengguna kereta menolak dan meminta pelayanan diperbaiki lebih dulu.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Juli 2012, 17:54 WIB
Liputan6.com, Jakarta: PT KAI Commuter Jabodetabek atau KCJ, pengelola kereta Jabodetabek, berencana menaikkan tarif kereta Rp 2.000 untuk semua jurusan mulai Oktober mendatang. 
 
Saat ditemui di Jakarta, Senin (2/7), Sekretaris PT KCJ Makmur Syaheran menjelaskan, kenaikan tarif bertujuan untuk meningkatkan pelayanan yang salah satunya dengan menambah jumlah armada KRL Commuter Line. Selain itu, kenaikan disebabkan saat ini tidak ada subsidi dari pemerintah lagi.
 
Namun, rencana ini ditentang sejumlah pengguna kereta. Lala, salah seorang penumpang, mengatakan pelayanan commuter semakin buruk. Ia mencontohkan di jam sibuk pagi dan sore hari, misalnya, kereta komuter makin mirip kereta ekonomi. Pintu seringkali tak lagi bisa ditutup karena penumpang yang padat. Pendingin seringkali mati dan hanya menggunakan kipas angin.
 
Sementara Melanie, penumpang lainnya, mengatakan jadwal commuter seringkali telat, bahkan saat kereta penuh, penumpang pun harus naik ke atap kereta. Ia meminta pelayanan dibereskan dulu sebelum menaikkan tarif.
 
Informasi yang diterima SCTV, jika jadi naik, tarif dari Bogor ke Jakarta dan Jatinegara menjadi Rp 9.000, Depok ke Bogor dan Depok ke Jakarta atau Jatinegara menjadi Rp 8.000. Sedangkan Bekasi ke Jakarta juga Rp 8.000. Parungpanjang, Serpong ke Tanah Abang  Rp 8.000 dan Tangerang ke Bukit Duri menjadi Rp 7.500.(ADI/ADO)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya