Stones Masih Setia dengan Bibir dan Lidah

Logo baru yang didesain oleh artis jalanan Shepard Fairey ini akan digunakan sebagai tanda perayaan ulang tahun The Rolling Stones yang ke-50.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Juni 2012, 13:58 WIB
Liputan6.com, London: Band rock `n` roll legendaris The Rolling Stones meluncurkan logo baru, baru-baru ini. Penggemar band ini pun bisa tenang karena ciri khas band yang debut perdana pada dekade 1960-an tersebut masih menggunakan bibir dan lidah.

Seperti dilansir laman Thesun.co.uk, karya seni yang didesain oleh artis jalanan Shepard Fairey ini akan digunakan sebagai tanda perayaan ulang tahun Rolling Stones yang ke-50.

Selebrasi ini juga termasuk peluncuran buku yang akan rilis bulan ini dan pameran foto bertajuk "The Rolling Stone: 50" yang akan dibuka pada Juli mendatang di Summerset House, di London.

Logo baru Rolling Stone ini tidak akan terlihat di perhelatan olahraga dunia, Olimpiade 2012 yang diadakan di London. Mick Jagger sudah memberikan kepastian akan hal itu untuk menanggapi rumor yang mengatakan bahwa Rolling Stones akan bermain di acara pembukaan atau penutupan Olimpiade.

Mick Jagger melalui akun Twitter-nya mengatakan: "Kami tidak akan bermain di Olimpiade, tapi kami sangat menanti untuk menonton acaranya seperti orang lain!"

Sejatinya, Rolling Stones dibidani oleh Michael Philip (Mick Jagger) yang pada 1962 menjadi vokalis kelompok Little Boy Blue and The Blue Boys. Selanjutnya, muncul Brian Jones, gitaris yang sebelumnya bermain untuk Blues Incoporated. Brian lantas mengajak Jagger mendirikan grup band yang kemudian diberi nama The Rolling Stones.

Mick Jagger kemudian mengajak rekan lainnya, Keith Richard, sebagai pemain gitar di grup itu. Pada 1963, pemain bas Bill Wyman bergabung dan terakhir Charlie Watts masuk.

Adapun formasi awal yang terdiri dari Mick Jagger (vokal, harmonika), Keith Richards (lead guitar), Brian Jones (rhytm guitar, harmonika), Mick Avory (drums) dan Dick Taylor (bass). Kelak sang penggebuk drum Mick Avory akhirnya bergabung dengan The Kinks dan Dick Taylor mendirikan bandnya sendiri, yaitu The Pretty Things.

Dan boleh dibilang, sejak
Lanjut Baca:

berdiri hingga sekarang, The Rolling Stones yang telah menghasilkan puluhan karya album studio, album konser, dan album kompilasi, serta banyak single itu tak pernah ditinggalkan penggemarnya. Dalam sejumlah jajak pendapat, para penggemar paling menyukai album Beggars Banquet (1968) dan Let It Bleed (1969). Dari kedua album itulah lahir tembang unggulan seperti Street Fighting Man, Sympathy for the Devil, Gimme Shelter, dan You Can`t Always Get What You Want. Dan, satu judul lagu yang sangat melegenda adalah Honky Tonk Women. Pada dekade 1980, sempat dirilis beberapa album seperti Undercover (1983) dan Dirty Work (1986). Bisa dikatakan, dua album yang justru cukup mendongkrak popularitas The Rolling Stones justru dari dekade 1980-an, yakni Tattoo You (1981) dan Steel Wheels (1989). Dan, pasca-1994, The Rolling Stones sempat merilis dua album konser, yakni Stripped (1995) dan No Security (1998) serta sebuah album studio Bridges to Babylon (1997). Sementara, album studio terakhir band legendaris tersebut dirilis pada 2005. Ketika itu mereka menelurkan dua album live, Hampton Coliseum (Live 1981) dan LA Jumat (Live 1975). Rolling Stones pun bersiap menelurkan karya emasnya pada tahun ini. Berita baik ini bahkan telah dikonfirmasi oleh gitaris grup band rock and roll legendaris itu Ronnie Wood [baca: Rolling Stones Siap Berkarya Lagi].(ANS/Antara dan berbagai sumber)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya