5 Manajer yang Terancam Dipecat Sebelum Liga Inggris Berakhir

Akibat ketatnya persaingan Liga Inggris, sudah ada enam manajer yang kehilangan pekerjaan.

oleh Hanif Sri YuliantoDiterbitkan 24 Januari 2020, 20:45 WIB
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, termenung saat melihat tim asuhannya kalah 0-2 dari Burnley dalam laga pekan ke-24 Premier League, Kamis (23/1/2020) dini hari WIB. (Paul Ellis/AFP)

Jakarta - Liga Inggris 2019/2020 sudah melewati paruh kompetisi. Akibat ketatnya persaingan, sudah ada enam yang kehilangan pekerjaan. Watford bahkan melakukandua pergantian.

Korban sengitnya rivalitas itu adalah Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur), Unai Emery (Arsenal), Javi Gracia (Watford), Quique Sanchez Flores (Watford), Marco Silva (Everton), dan Manuel Pellegrini (West Ham United). 

Salah satu manajer yang belakangan santer teracam dipecat adalah Ole Gunnar Solskjaer. Manajer Manchester United itu gagal membawa perubahan yang berarti sejak menggantikan Jose Mourinho pada akhir tahun 2018.

Musim ini, Manchester United hanya mencatatkan 34 persen kemenangan. Ini menjadi torehan terburuk sejak 1990. Padahal manajemen klub telah melakukan pembelian besar dengan membeli bek Hary Maguire yang menghabiskan ongkos 80 juta pounds.

Terakhir, Manchester United kalah dalam dua pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris kontra Liverpool dan Burnley. Jika melawan Tranmere di Piala FA The Red Devils kembali kalah, mungkin tak ada jaminan dewan klub mempertahankan sang Legenda.

Selain Solskjaer juga ada beberapa manajer yang diprediksi angkat kaki sebelum Liga Inggris berakhir. Berikut Bola.com merangkum para manajer yang berpeluang dipecat sebelum Liga Inggris 2019/2020 selesai dilansir Sportskeeda:


1. David Moyes

Ekspresi pelatih West Ham, David Moyes saat memimpin timnya melawan Arsenal pada lanjutan Premier League di London stadium, London, (13/12/2017). Arsenal bermain imbang 0-0 dengan West Ham. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Tidak dapat dibayangkan jika West Ham United memecat dua manajer berbeda selama 2019-2020. Namun, performa The Hammers musim ini sangat mengerikan.

Penunjukkan David Moyes sebagai manajer pada 29 Desember 2019 tak memberikan jalan keluar. Malah sang manajer bisa saja ditendang untuk kedua kalinya.

Pendukung West Ham tengah was-was melihat jadwal tim kesayangan dalam empat pertadingan berikutnya. Mereka akan dua kali pertemu Liverpool dan menantang Manchester City.

Jika mereka kalah dalam 3 pertandingan tersebut menbuat ancaman degradasi semakin nyata. Padahal klub telah mengeluarkan uang hampir 100 juta pounds musim ini. Namun, klub London tersebut malah tercecer di urutan ke-17 klasemen Premier League.


2. Eddie Howe

Pelatih Bournemouth, Eddie Howe adalah yang termuda pada jajaran pelatih klub Premier League. Howe lahir di Amersham, Inggris 29 Noveber 1977 (40 tahun). Debut Howe di Premier League pada Agustus 2015. (AFP/ Paul Ellis)

Eddie Howe menjadi satu di antara manajer terlama Premier League. Ia telah mengasuh Bournemouth lebih dari tujuh musim.

Musim 2019-2020 performa Bournemounth sungguh malang. Dihuni pemain dengan potensi besar, mereka malah berada zona degradasi.

Lanjut Baca:

Howe gagal mengeluarkan potensi terbaik klub setelah beberapa pemain kunci seperti Joshua King, David Brooks dan Nathan Ake cedera. Belum lagi performa Diminic Solanke yang semakin buruk sejak pindah ke Stadion Vitality. Eddie Howe merupakan legenda di sisi klub pantai selatan Inggris. Namun, jika performa Bournemoth tak kunjung membaik, opsi pemecatan bisa menjadi jawabannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya