7 Pemain yang Pernah Dikritik Jose Mourinho, Bagaimana Responsnya?

Jose Mourinho sejak lama dikenal sejak dulu kerap menggunakan sisi psikologis untk melecut semangat pemainnya, termasuk dengan mengkritik pemainnya.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 24 Januari 2020, 17:30 WIB
Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, tampak cemas saat pertandingan melawan Norwich City pada laga Premier League 2019 di Stadion Carrow Road, Sabtu (28/12). Kedua tim bermain imbang 2-2. (AFP/Lindsey Parnaby)

Jakarta - Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho tergolong pelatih yang tak bisa menahan kata-kata keras kepada pemain. Dia tak segan mengkritik pemain di depan publik. 

Tentu saja, ada pemain yang terima dengan perlakukan itu, namun ada pula yang merespons dengan negatif.  Tak semua orang bisa menerima kritikan yang dilontarkan secara terbuka. 

Jose Mourinho sejak lama dikenal sejak dulu kerap menggunakan sisi psikologis untuk melecut pemainnya, juga saat memberikan tekanan terhadap lawan. Satu di antaranya dengan melontarkan kritikan terang-terangan. 

Taktik itu dipakainya saat menangani Porto, Chelsea, Real Madrid, Inter Milan, Manchester United, dan juga Tottenham Hotspur. Bahkan, dia pernah mengakui strateginya itu secara terbuka pada 2014. 

"Semua yang saya katakan dan lakukan adalah permainan pikiran (perang urat syaraf). Satu-satunya yang bukan mind games adalah hasil di lapangan," kata Mourinho. 

Berikut ini tujuh contoh tujuh pemain yang pernah dikritik secara terbuka oleh Jose Mourinho, serta yang terjadi setelah itu, seperti dilansir dari Planet Football. 

 

 


1. Joe Cole (Oktober 2004)

Joe Cole (kiri). (AFP PHOTO/VINCENZO PINTO)

"Ketika dia mencetak gol, pertandingan sudah berakhir bagi dirinya. Setelah itu, saya butuh 11 pemain untuk mengatur pertahanan dan saya hanya punya 10," kata Mourinho mengkritik Joe Cole yang tak mahir ikut membantu pertahanan. 

Reaksi Cole: Joe Cole merespons komentar keras dari Jose Mourinho dengan membuat dirinya menjadi lebih baik dan berhasil menjadi pilihan reguler di Chelsea maupun Timnas Inggris. 

 

 


2. Ricardo Carvalho (Agustus 2005)

Aksi bek Chelsea asal Portugal, Ricardo Carvalho di laga EPL melawan Stoke City di Stamford Bridge, London, 17 Januari 2009. AFP PHOTO / Glyn Kirk

"Ricardo Carvalho sepertinya punya masalah memahami sesuatu. Mungkin dia harus menjalani tes IQ, atau pergi ke rumah sakit mental atau sesuatu yang lain," ujar Mourinho. 

Yang terjadi berikutnya: Carvalho tak senang dipinggirkan pada laga pertama musim 2005-2006, tapi bekerja keras kembali ke skuat utama Jose Mourinho. Calvalho malah terus mengikuti Mourinho saat ke Real Madrid. Tercatat dia bekerja sama dengan sang pelatih di tiga klub berbeda, yaitu Chelsea, Real Madrid, dan Porto.  

 


3. Pepe (Mei 2013)

Pepe. (AFP/Gerard Julien)

"Pepe punya masalah. Dan namanya adalah Raphael Varane. Itulah keseluruhan ceritanya. Tak mudah bagi pria berusia 31 tahun yang punya banyak pengalaman dipecundangi oleh bocah berusia 19 tahun. Itu sangat sederhana. Masalahnya sangat simpel. Kehidupan Pepe telah berubah," kata Mourinho.

Lanjut Baca:

Yang terjadi berikutnya: Petualangan Jose Mourinho di Real Madrid tak berakhir bahagia, dengan para pemain senior tak suka terhadap cara klub memperlakukan Iker Casillas serta mengkritik para pemain-pemainnya. Setelah melabeli musim 2012-2013 sebagai yang terburuk, Mourinho meninggalkan Santiago Bernabeu, kemudian kembali ke Chelsea.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya