Liverpool- Sadio Mane menjadi salah satu kunci sukses Liverpool. Pemain asal Senegal itu berperan besar pada kejayaan skuat asuhan Jurgen Klopp sejak musim lalu.
Terbaru, Mane menjadi bintang kemenangan Liverpool atas Wolverhampton Wanderers, Minggu (29/12/2019), di Stadion Anfield. Pemain berusia 27 tahun itu menjadi pencetak gol satu-satunya dalam pertandingan tersebut pada menit ke-42.
Advertisement
Gol tersebut membuat Sadio Mane menjadi pemain kedua yang mampu terlibat dalam 30 gol di Premier League sepanjang 2019, yakni dengan perincian 24 gol dan 6 assist. Catatan tersebut hanya kalah dari penyerang Leicester City, Jamie Vardy, yang bisa berpartisipasi dalam 34 gol di Premier League.
Performa apik itu membuat Sadio Mane berstatus sebagai satu di antara bintang Liverpool. Meskipun berstatus sebagai pemain bintang The Reds, Mane justru sering menunjukkan kerendahan hatinya.
Eks pemain Southampton itu menjalani kehidupan sehari-hari dengan sederhana. Padahal, sang pemain mumpunyai gaji yang lumayan, yakni sekitar 150 ribu euro per pekan atau setara dengan Rp 2,3 miliar.
Baru-baru Sadio Mane tertangkap kamera sedang membawa smartphone dengan kondisi layar retak. Kondisi tersebut membuat para penggemarnya melontarkan pujian untuk gaya hidupnya.
Sadio Mane tetap memakai hp dalam kondisi layar yang retak. Padahal, Sadio Mane mempunyai penghasilan tinggi.
Tak Menunjukkan Kekayaan
Di sisi lain, Sadio Mane pernah mengatakan dirinya tak perlu menunjukkan kekayaan untuk menjadi bahagia.
"Saya selamat dari masa-masa sulit, bermain sepak bola tanpa alas kaki, saya tidak memiliki pendidikan dan banyak hal lainnya, tetapi hari ini dengan apa yang saya hasilkan berkat sepak bola, saya dapat membantu orang-orang saya," ujar Sadio Mane, seperti dilansir dari The Cable Lifestyle, Minggu (29/12/2019).
"Saya membangun sekolah, stadion, kami menyediakan pakaian, sepatu, makanan untuk orang-orang yang sangat miskin. Selain itu, saya memberikan 70 euro per bulan untuk semua orang di wilayah yang sangat miskin di Senegal dan berkontribusi pada ekonomi keluarga mereka."