Ketua Menteri Negara Bagian Bengal Barat dan pemimpin partai Trinamool Congress, Mamata Banerjee (tengah) memimpin demonstrasi menentang UU Kewarganegaraan, Kolkata, India, Kamis (26/12/2019). Puluhan ribu demonstran turun ke jalan-jalan menyerukan pencabutan UU Kewarganegaraan. (AP Photo/Bikas Das)
Warga melakukan aksi protes menentang Undang-Undang Kewarganegaraan di Mumbai, India, Kamis (26/12/2019). Undang-Undang Kewarganegaraan tersebut memberikan kesempatan penganut agama minoritas di Bangladesh, Pakistan, dan Afganistan untuk memiliki status warga negara India. (AP Photo/Rajanish Kakade)
Anggota suku nomaden Pothraj berpartisipasi dalam aksi protes menentang Undang-Undang Kewarganegaraan di Mumbai, India, Kamis (26/12/2019). Undang-Undang Kewarganegaraan tidak berlaku bagi penganut agama Islam. (AP Photo/Rajanish Kakade)
Pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan saat ditahan di luar Uttar Pradesh Bhawan selama protes menentang kekerasan oleh polisi yang muncul selama demonstrasi menentang Undang-Undang Kewarganegaraan di New Delhi, India, Kamis (26/12/2019). (AP Photo/Rajesh Kumar Singh)
Para wanita meneriakkan slogan-slogan saat memprotes Undang-Undang Kewarganegaraan di Bangalore, India, Kamis (26/12/2019). Kritikus menilai UU Kewarganegaraan adalah upaya pemerintah Narendra Modi untuk memarginalkan 200 juta Muslim di negara itu. (AP Photo/Aijaz Rahi)
Seorang wanita memegang plakat saat memprotes Undang-Undang Kewarganegaraan di Bangalore, India, Kamis (26/12/2019). Aksi protes terhadap Undang-Undang Kewarganegaraan tersebut sudah berlangsung selama dua minggu dan telah menewaskan 27 orang. (AP Photo/Aijaz Rahi)