Didik: <em>Outsourcing</em> Sering Diselewengkan Pengusaha

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Didik J Rachbini mengatakan penyelewengan sistem outsourcing karena outsourcing adalah sebuah sistem kerja untuk sesaat saja.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Juni 2012, 04:37 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Didik J Rachbini menjelaskan saat ini banyak pengusaha yang menyelewengkan sistem outsourcing. Lantaran, outsourcing menurut Didik adalah sebuah sistem kerja untuk sesaat saja.

"Sebenarnya outsourcing itu adalah sebuah praktik yang dijalankan untuk sesaat, tapi diselewengkan oleh pengusaha untuk pekerjaan yang rutin terhadap para pekerjanya," tutur politisi yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional saat diskusi mengenai Outsourcing di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (20/6). Ia juga menjelaskan, yang harus dipotong adalah penyalahgunaan outsourcing, bukan peraturan outsourcing.

Anggota Komisi X DPR RI dari Partai Amanat Nasional itu menjelaskan selain disalahgunakan pengusaha mengenai sistem dan pola outsourcing, tapi perusahaan juga banyak mengeluarkan anggaran untuk biaya-biaya siluman yang nominalnya jauh lebih besar dari pembayaran gaji karyawan. Karena itu, pekerja outsourcing sangat minim tingkat kesejahteraannya.

"Kenapa masalah outsourcing itu menjadi masalah? Karena adanya praktik-praktik korupsi dari perusahaan. Karena pengeluaran paling besar itu untuk perusahaan tapi bukan untuk biaya karyawan," ucap pendamping calon Gubernur Hidayat Nur Wahid ini. Karena itu Didik berpendapat, ongkos-ongkos siluman itu harus dialihkan untuk kesejahteraan buruh.(AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya