Industri Film Afghanistan Mulai Berkembang

Sebuah film independen berjudul "Dain" atau harga diri sedang dibuat di Kabul, Afghanistan. Sineas film berharap pemerintah setempat meningkatkan fasilitas belajar mengajar di institut perfilman.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 September 2002, 07:57 WIB
Liputan6.com, Kabul: Setelah "dipasung" selama beberapa tahun oleh pemerintahan Taliban, kini industri film Afghanistan mulai berbenah. Buktinya, jumlah mahasiswa sebuah institut perfilman di Kabul mulai bertambah. Selain itu, beberapa warga lain juga sudah membuat film independen. Satu di antaranya, Salim Shaheen yang tengah merampungkan film independen berjudul "Dain" yang berarti harga diri.

Film Dain berkisah tentang dua bersaudara yang terlibat kasus penyelundupan artifak atau benda-benda prasejarah. Sebagai bumbu, cerita ini diwarnai konflik keluarga bercampur isu sosial budaya yang memang sedang digandrungi penduduk setempat. Pada film tersebut, Salim yang baru dua bulan tinggal di Afghanistan bertindak sebagai sutradara, produser sekaligus penulis skenario.

Seperti sineas Afghanistan lain, Salim melarikan diri ke Pakistan semasa pemerintahan Taliban berkuasa. Di negara tetangga itulah, dia mempelajari seluk beluk dunia perfilman. Salim berharap, pemerintah Afghanistan mau berpartisipasi meningkatkan fasilitas belajar di berbagai institut perfilman di negara itu supaya mahasiswanya makin banyak.(MTA/Nlg)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya