Menkes Terawan: Sebelum Jadi Pemimpin Bangsa, Harus Bisa Pimpin Keluarga

Menkes mengatakan, untuk menjadi pemimpin dibutuhkan proses yang bertahap

oleh Giovani Dio PrasastiDiterbitkan 25 November 2019, 18:00 WIB
Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto ketika berkunjung ke Universitas Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur (Biro Pers Kementerian Kesehatan RI)

Liputan6.com, Ponorogo - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto mengatakan, untuk menjadi pemimpin bagi masyarakat, seseorang harus bisa terlebih dulu menjadi panutan bagi keluarganya.

Hal itu disampaikan Terawan di hadapan para mahasiswa santri ketika berkunjung ke Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo Jawa Timur pada Sabtu pekan lalu.

Menurut Terawan, para santri memiliki potensi untuk menjadi sumber daya manusia yang potensial, serta pemimpin di masa depan.

"Harus diingat semua dimulai dari yang kecil. Kalau tanggung jawab yang kecil yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'Ala itu mampu kita kerjakan dengan baik, kita akan diberi tanggung jawab memimpin yang besar," kata Terawan, ditulis Senin (25/11/2019).

Simak juga Video Menarik Berikut Ini

Keberhasilan Memimpin Rumah Tangga Harus Dilewati

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terlihat bersemangat mengikuti senam pagi bersama santri dan keluarga besar Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu, 23 November 2019. (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Terawan mengatakan, proses untuk menjadi seorang pemimpin tidak bisa 'meloncat' begitu saja.

"Keberhasilan memimpin dari mulai memimpin rumah tangga kemudian naik terus menjadi pemimpin bangsa itu harus kalian lewati dengan baik. Kalau loncat, pasti tidak akan berhasil dengan baik," kata mantan kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto itu.

Terawan mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang haruslah sehat. Maka dari itu, dia meminta agar para santri  menjaga kesehatannya.

"Ada tiga hal, satu makan yang teratur, dua minum yang cukup, yang ketiga gerak," kata dokter yang terkenal dengan metode 'cuci otak'-nya ini.

"Kalau tidak sehat, tidak bisa jadi leader. Seorang pemimpin harus sehat," kata Terawan.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya