Liputan6.com, Jakarta - Kemampuan Jorge Lorenzo di MotoGP mulai dipertanyakan. Kehadirannya di Repsol Honda jauh dari ekspektasi bahkan disebut sangat mengecewakan.
Jorge Lorenzo hanya mampu meraih 25 poin dari 18 seri yang sudah dilalui di MotoGP 2019. Lalu pantas ditanyakan apakah Lorenzo sebaiknya berhenti balapan alias pensiun atau terus membalap?
Advertisement
Kegelisahan soal kapasitas membalap Lorenzo dirasakan oleh CEO Dorna selaku penyelenggara MotoGP, Carmelo Ezpeleta. Pria asal Spanyol ini mengaku sangat miris dengan torehan Lorenzo.
Memang, Lorenzo dilanda kesialan saat menjalani latihan bebas di MotoGP Belanda. Dia mengalami cedera parah sehingga absen di empat balapan. Namun hanya mampu meraih dua poin di lima balapan terakhir juga membuat kemampuan dia dipertanyakan.
Sejak pulih dari cedera usai kecelakaan di latihan MotoGP Belanda dan absen di empat balapan, Lorenzo menjadi penghuni setia di deretan pembalap. MotoGP Australia di sirkuit Philip Island menjadi titik nadir bagi Lorenzo.
Dia tertinggal satu menit dari rekannya Marc Marquez yang jadi juara. Dia bahkan berada 22 detik dari pembalap KTM Hafizh Syahrin.
MotoGP Malaysia menandakan Jorge Lorenzo empat kali beruntun finis di luar zona poin, posisi 14. Inilah yang membuat Ezpeleta meminta Lorenzo memikirkan ulang masa depannya di MotoGP.
Ezpeleta mengaku tak suka melihat pembalap hebat seperti Lorenzo berada di deretan belakang pembalap. Apalagi dia berada di tim besar seperti Repsol Honda.
Ezpeleta meminta Lorenzo agar benar-benar memikirkan apakah dia bisa kembali hebat seperti semula.
"Saya pikir dia harus segera membuat keputusan. Saya cocok dan suka dia, tapi dia harus pikirkan apa yang diinginkannya di hidupnya," ujar Ezpeleta.
"Kalau pada akhirnya ini semua karena cedera punggung, oke itu alasannya. Lorenzo harus mulai berpikir apakah dia bisa bangkit dan menjadi Jorge Lorenzo yang kita kenal, untuk dia dan MotoGP.
"Kalau memang setelah kecelakaan terakhir yang membuat Anda merasa tidak enak, Anda harus pertimbangkan untuk berhenti balap atau apa saja," katanya, menambahkan.