Siswa melihat bangunan sekolah yang ambruk di SDN Malangnengah II di Kampung Jaha, Desa Malang Negah, Kec. Pangedagang, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (13/11/2019). Tiga ruang kelas di SD itu roboh akibat kontur tanah di lingkungan sekolah yang ambles karena hujan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Siswa melihat bangunan sekolah yang ambruk di SDN Malangnengah II di Kampung Jaha, Desa Malang Negah, Kec. Pangedagang, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (13/11/2019). Tiga ruang kelas di SD itu roboh akibat kontur tanah di lingkungan sekolah yang ambles karena hujan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Kertas berisi pemberitahuan terpasang di salah satu jendela bangunan sekolah yang ambruk di SDN Malangnengah II, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (13/11/2019). Tiga ruang kelas di SD itu roboh akibat kontur tanah di lingkungan sekolah yang ambles karena hujan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Kondisi bangunan sekolah yang ambruk di SDN Malangnengah II di Kampung Jaha, Desa Malang Negah, Kec. Pangedagang, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (13/11/2019). Tiga ruang kelas di SD itu roboh akibat kontur tanah di lingkungan sekolah yang ambles karena hujan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Siswa melihat bangunan sekolah yang ambruk di SDN Malangnengah II di Kampung Jaha, Desa Malang Negah, Kec. Pangedagang, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (13/11/2019). Tiga ruang kelas di SD itu roboh akibat kontur tanah di lingkungan sekolah yang ambles karena hujan. (merdeka.com/Arie Basuki)
Seorang pria mengambil gambar bangunan sekolah yang ambruk di SDN Malangnengah II, di Kampung Jaha, Desa Malang Negah, Kec. Pangedagang, Kab. Tangerang, Rabu (13/11/2019). Tiga ruang kelas di SD itu roboh akibat kontur tanah di lingkungan sekolah yang ambles karena hujan. (merdeka.com/Arie Basuki)