The Peanut Butter Falcon: Pencari Ikan, Pemuda Sindrom Down, dan Pemilik Hati Baik

The Peanut Butter Falcon memulai kisah lewat tiga bentuk kegagalan dari tiga pribadi berbeda.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 08 Oktober 2019, 17:20 WIB
The Peanut Butter Falcon (© Roadside Attractions /Armory Films/ Endeavor Contents)

Liputan6.com, Jakarta The Peanut Butter Falcon menjadi obat rindu bagi Anda yang kangen Shia LaBeouf. Bagi pencinta film di Indonesia, bisa jadi kali terakhir melihat Shia LaBeouf di film Fury bersama Brad Pitt. The Peanut Butter Falcon yang dibiayai 6,2 juta dolar AS (sekitar 86 miliar rupiah) menampilkan konsistensi akting Shia LaBeouf bersama Zack Gottsagen.

The Peanut Butter Falcon menjelma jadi kisah persahabatan yang menyisakan sensasi hangat di benak para penonton. Sederhana, sarat adegan berpetuah, dan tak ceriwis menceramahi audiens.

The Peanut Butter Falcon memulai kisah lewat tiga bentuk kegagalan dari tiga pribadi berbeda. Zak (Zack Gottsagen) pemuda sindrom Down, ditinggalkan keluarga lalu dirawat negara. Ia ditempatkan di panti jompo di California Utara. Zak sekamar dengan kakek kesepian bernama Carl (Bruce Dern).

Suatu malam, karena gagal menjinakkan sepi, Zak kabur lewat jendela. Perawat Zak, Eleanor (Dakota Johnson) divonis gagal mengawasi pasien. Ia diminta mencari Zak hingga ketemu. Zak yang kabur hanya mengenakan celana dalam bersembunyi di sebuah kapal.

Kapal yang mengapung di dermaga itu lantas dipakai Tyler (Shia LaBeouf) kabur dari kejaran Duncan (John Hawkes) dan Ratboy (Yalewolf). Mereka memburu Tyler gara-gara membakar alat penangkap ikan senilai 12 ribu dolar AS. Dalam pelarian, Tyler bersahabat dengan Zak.

Kepada Tyler, Zak menyatakan keinginan bertemu pegulat profesional sekaligus bintang televisi, Salt Water Redneck (Thomas Haden Church). Tergerak rasa iba dan teringat mendiang saudara kandungnya, Tyler mengantar Zak bertemu idola. Sayang, sang idola kini hidup memprihatinkan.


Duo Zak dan Tyler

The Peanut Butter Falcon (© Roadside Attractions /Armory Films/ Endeavor Contents)

Kekuatan The Peanut Butter Falcon terletak pada naskah yang bergerak maju dengan sederhana. Film ini berfokus pada dua tokoh utama, Zak dan Tyler yang kacau.

Ini membuat Zak-Tyler sebagai tokoh utama terasa kokoh. Persahabatan keduanya yang semula dilandasi faktor kebetulan, perlahan terasa masuk akal, saling mengikat, membutuhkan, dan meneguhkan. Tyler ugal-ugalan dan kehilangan arah karena dibayangi kesalahan masa lalu. Zak kesepian dan ditinggalkan keluarga.

Lanjut Baca:

Dua figur ini bagai puzzle tidak utuh lalu menemukan kepingan yang hilang dalam diri lawan bicara. Pencarian kepingan hidup yang hilang didapat lewat dialog-dialog sederhana, proses trial and error, dan serangkaian aksi konyol kalau tak mau dibilang tolol. Jika seseorang gagal menyelamatkan saudaranya. Jika seseorang salah langkah lalu jatuh bangun memperbaiki kesalahan. Jika kelemahan membuat seseorang tak layak disebut pahlawan. Apakah orang ini lantas pantas disebut penjahat? Ataukah ia tetap layak disebut berhati baik?

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya