Ellyas Pical, Petinju Indonesia Pertama yang Meraih Gelar Juara Dunia di Luar Negeri

Ellyas Pical pernah mengharumkan nama Indonesia lewat tinju di era 1980an.

oleh Luthfie FebriantoDiterbitkan 07 Oktober 2019, 20:00 WIB
Legenda tinju Indonesia, Ellyas Pical (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta - Dunia tinju Indonesia pernah memiliki sosok Ellyas Pical yang mengharumkan nama bangsa di pentas internasional jauh sebelum Chris John atau Daud Jordan. Bahkan boleh dibilang, berkat jasanyalah nama Indonesia harum di pentas tinju dunia terutama di era 80an.

Pria yang kini berusia 59 tahun itu merupakan petinju profesional Indonesia pertama yang meraih gelar internasional di luar negeri.

Torehan legendaris Pical itu terjadi di Seoul, Korea Selatan 19 Mei 1984. Melawan petinju tuan rumah, Hi-yung Chung, Pikal menang angka lewat pertarungan 12 ronde.

Sejak saat itu, nama Pical semakin disegani di dunia tinju internasional. Berbagai gelar pun diraih sosok kelahiran Saparua, Maluku Tengah 24 Maret 1960 tahun tersebut.

Ia bahkan mendapat julukan The Exocet. Nama itu diambil dari nama rudal buatan Prancis berkecepatan 315 meter per detik. Pemilihan nama ini tak lain dikarenakan hook Pical yang sangat cepat.

Di antara pertarungan legendaris Ellyas Pical, salah satunya adalah duel perebutan gelar juara bantam junior versi IBF melawan Chun Hu-do di Jakarta 3 Mei 1985. Pertandingan itu tepatnya digelar di Istora Senayan, Jakarta dan disiarkan langsung di televisi.

"Memasuki ronde kelima, Ellyas Pical masih tetap steady saudara-saudara. Bahkan Hu-do Chun sampai saat ini kami kira belum menemui sasaran untuk memukul lawannya," ujar narator, Sambas Mangundikarta.

Dalam pertandingan tersebut, Pical yang terkenal dengan pukulan hook dan uppercutnya berstatus sebagai penantang. Meskipun demikian, Pical berhasil membuat lawannya tampil tertekan.

Pical bahkan sempat membuat Hu-do Chun berlari kecil ke pojok ring untuk menghindari pukulannya. "Dua kali, tiga kali, empat kali, terdesak sekarang Hu-do Chun.." ujar Sambas yang disertai dengan sorak-sorai penonton di Istora.

Pical akhirnya ditahbiskan sebagai pemenang di ronde ke-8. Hook kiri dari Pical membuat Chun terkapar. Penonton pun riuh menyambut juara dunia baru, Ellyas Pical.

Lanjut Baca:

"Sekali lagi, 15 ronde yang akan berlangsung di antara kedua petinju. Hyaak. jatuh," kata Sambas, melihat Chun terbaring di atas ring.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya