Anggaran Proyek Hambalang Belum Cair Rp 578 M

Anggaran tahun jamak (multiyears) proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, di Bogor, Jawa Barat, memakan anggaran negara senilai Rp 1,175 triliun.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Mei 2012, 16:55 WIB
Liputan6.com, Sentul: Anggaran tahun jamak (multiyears) proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, di Bogor, Jawa Barat, memakan anggaran negara senilai Rp 1,175 triliun. Namun baru terpakai sekitar 50 persennya saja atau sekitar Rp 578 miliar.

"Anggaran yang belum direalisasikan adalah sebanyak Rp 578 miliar. Dan yang sudah direalisasikan sekitar Rp 500 miliar untuk pembayaran konsultan dan pembangunan fisik serta yang lainnya," kata Deputi Kemitraan dan Harmonisasi Prasarana Kemenpora Lalu Wildan saat ditemui di Kompleks Sport Center dan Wisma Atlet Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/5).

Lebih lanjut Wildan menjelaskan, anggaran multiyears untuk proyek Hambalang sendiri dikucurkan untuk tiga tahun. Seperti, pada tahap pertama pada 2010 dikucurkan sebanyak Rp 275 miliar, tahun 2011 dikucurkan Rp 400 miliar, dan jatah anggaran tahun ketiga atau 2012 sebanyak Rp 500 miliar.

"Di tahun 2011 dari anggaran Rp 400 miliar terserap sekitar Rp 300 miliar. Ada juga yang tidak terserap dengan berbagai kondisi pelaksanaan. Nah itu yang membuat di tahun 2012, kita menjadi menganggarkan Rp 578 miliar untuk penyelesaian semuanya," paparnya.

Sementara untuk tahun 2012, lanjut Wildan, sudah ada tagihan Rp 90 miliar dari rekanan proyek, PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya (Wika) selaku Kerjasama Operasional (KSO) proyek Hambalang. Tapi, tagihan tersebut belum bisa dibayarkan Kemenpora. Alasannya, belum menetapkan manajer konsultan untuk mengawasi dan mengevaluasi proyek pada 2012.

"Dananya itu sudah turun tetapi kita masih menunggu verifikasi mengenai manajer konsultan. Yang tahun ini belum kita tetapkan," pungkasnua.

Untuk diketahui, Manajer konsultan proyek Hambalang untuk tahun 2010 adalah PT Ciriajasa. Pada tahun kedua atau 2011, perusahaan tersebut juga dipercaya Kemenpora menjadi manajer konsultan.(MEL)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya