Liputan6.com, Sentul: Tanah di Proyek Hambalang ambles pada 14-15 Desember 2011, bukan 24 Mei 2012. Kejadian ini berimbas dihentikannya pembangunan Venue Bulu Tangkis, Venue Panahan, dan Power House.
Demikian disampaikan Pelaksana proyek pembangunan Pusat Sarana Olahraga Hambalang, Purwadi Hendro kepada para wartawan di Kompleks Wisma Atlet dan Sport Center Hambalang, Sentul, Bogor, Jakarta, Rabu (30/5).
"Saya juga kaget dapat info seperti itu, itu infonya malam tanggal 24. Tapi pas saya cek di lapangan itu tidak ada apa-apa," imbuhnya.
Hendro juga menjelaskan, tanah di lokasi dengan kontur yang terjal tersebut sempat mengalami ambles pada Desember 2011, tetapi menurutnya tanah di sekitar kawasan hambalang tersebut layak dibangun.
"Tanah ini Layak dibangun, dengan catatan harus diketahui kelemahannya. Dengan adanya kelemahan itu harus ada treatment agar tidak ada failed. Jadi intinya tanah ini layak harus ada penelitian yang matang," tambahnya.
Hendro juga menjelaskan bahwa sebelum proyek yang menghabiskan Rp 1,5 Triliun ini dimulai, sudah ada penelitian dan perencanaan soal pembangunannya. "Tapi karena pelapukan tanah ini tidak kelihatan dan berada di dalam, maka tanahnya amblas. Jadi ini seperti pembangunan tol di Cipularang yang sempat ambles pada beberapa waktu lalu," imbuhnya.
Hendro mengatakan, pihaknya akan tetap melanjutkan proyek pembangunan Sport Center Hambalang tersebut, terutama untuk tiga bagunan yang dihentikan pada Desember 2011. Tetapi pihaknya harus menunggu penelitian soal tanah di titik tersebut.
"Jadi ini menunggu hasil penelitian tanah dan Insya Allah satu bulan dilanjutkan lagi, atau bisa kita prediksikan penelitian dan pembuatan desainnya itu akan selesai bulan Agustus tahun ini," tandasnya.(MEL)
Demikian disampaikan Pelaksana proyek pembangunan Pusat Sarana Olahraga Hambalang, Purwadi Hendro kepada para wartawan di Kompleks Wisma Atlet dan Sport Center Hambalang, Sentul, Bogor, Jakarta, Rabu (30/5).
"Saya juga kaget dapat info seperti itu, itu infonya malam tanggal 24. Tapi pas saya cek di lapangan itu tidak ada apa-apa," imbuhnya.
Hendro juga menjelaskan, tanah di lokasi dengan kontur yang terjal tersebut sempat mengalami ambles pada Desember 2011, tetapi menurutnya tanah di sekitar kawasan hambalang tersebut layak dibangun.
"Tanah ini Layak dibangun, dengan catatan harus diketahui kelemahannya. Dengan adanya kelemahan itu harus ada treatment agar tidak ada failed. Jadi intinya tanah ini layak harus ada penelitian yang matang," tambahnya.
Hendro juga menjelaskan bahwa sebelum proyek yang menghabiskan Rp 1,5 Triliun ini dimulai, sudah ada penelitian dan perencanaan soal pembangunannya. "Tapi karena pelapukan tanah ini tidak kelihatan dan berada di dalam, maka tanahnya amblas. Jadi ini seperti pembangunan tol di Cipularang yang sempat ambles pada beberapa waktu lalu," imbuhnya.
Hendro mengatakan, pihaknya akan tetap melanjutkan proyek pembangunan Sport Center Hambalang tersebut, terutama untuk tiga bagunan yang dihentikan pada Desember 2011. Tetapi pihaknya harus menunggu penelitian soal tanah di titik tersebut.
"Jadi ini menunggu hasil penelitian tanah dan Insya Allah satu bulan dilanjutkan lagi, atau bisa kita prediksikan penelitian dan pembuatan desainnya itu akan selesai bulan Agustus tahun ini," tandasnya.(MEL)