4 Manajer Premier League yang Bisa Kehilangan Pekerjaannya

Premier League terkenal ketat. Berikut ini beberapa nama yang bisa saja terdepak dari kursi manajer di pentas Premier League.

oleh Nurfahmi BudiDiterbitkan 20 September 2019, 17:25 WIB
Manajer sementara Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer saat timnya mengalahkan Huddersfield dalam Premier League di Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu (26/12). MU menekuk Huddersfield 3-1. (Martin Rickett/PA via AP)

Manchester - Menjadi Manajer sepak bola bukan pekerjaan mudah, apalagi di Premier League. Tak sekadar belanja pemain atau menunjukkan permainan menawan, hasil akhir pertandingan tetap menjadi bahan 'audit' dengan porsi penilaian tertinggi.

Walhasil, pekerjaan sebagai manajer di lingkup Premier League memberi kesan 'hidup - mati' yang tak pasti. Terkadang, sematan bergengsi tersebut bisa berlangsung lama. Namun, tak jarang lepas dari tangan akibat performa yang tak kunjung menawan.

Oleh karena itu, para manajer selalu berlomba memberi kreasi berbeda setiap pekan agar menghasilkan poin kemenangan atau setidaknya satu angka. Empat pekan awal telah dilalui 20 klub.

Nma Javi Garcia menjadi pelatih pertama yang dipecat setelah tidak mampu membawa Watford bersaing. Pelatih asal Spanyol tersebut menjadikan Watford sebagai klub satu-satunya yang belum meraih tiga angka sepanjang musim ini.

Berikut ini beberapa nama yang memiliki kans menyusul nasib Javi Garcia, yakni terdepak dari Premier League karena rapor merah:


Dean Smith (Aston Villa)

Logo Premier League (Bola.com/Adreanus Titus)

Dean Smith merupakan wajah baru di Premier League. Ia menjadi pahlawan Aston Villa ketika membawa klub asal Birmingham tersebut kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris setelah tiga tahun terakhir.Manajer Aston Villa tersebut telah menghabiskan 130 juta dolar AS untuk mendatangkan 12 pemain baru pada bursa transfer musim panas ini. The Villans mengeluarkan banyak uang, dan terbanyak dibanding tim promosi lain.

Pemilik klub mengharapkan hasil yang cukup baik pada musim ini setelah menggelontorkan dana cash. Aston Villa hanya memenangkan satu pertandingan di Premier League sejauh ini.

Aston Villa meraih hasil tersebut ketika bersua Everton pada pekan ketiga. Saat ini, tim asal kota Birmingham berada di posisi ke-18. Artinya, hal itu bukan merupakan tempat yang tepat bagi klub yang berbelanja banyak pemain.

 


Nuno Espirito Santo (Wolverhampton Wanderers)

(AP/Rui Vieira)

Nuno Espirito Santo datang ke Wolves dari Porto pada 2017-2018. Ia mendapat tugas membantu klub yang bermarkas di Stadion Moleniux tersebut kembali promosi ke Premier League.

Manajer asal Portugal tersebut berhasil membawa Wolves kembali ke Premier League setelah enam tahun absen. Semusim setelahnya, Espirito Santo mampu membawa Wolves bermain di Liga Eropa.

Lanjut Baca:

Pada awal musim ini, eks manajer Porto tersebut belum menunjukkan performa yang menjanjikan seperti musim lalu. Wolves berada satu strip di atas Aston Villa. Sepanjang empat pekan awal Premier League, Wolves belum pernah meraih kemenangan. Satu di antara penyebab penurunan performa Wolves adalah harus mengawali Liga Europa dari babak kedua Kualifikasi. Perjalanan Wolves di Eropa terbilang sangat mengesankan. Wolves unggul agregat 6-1 atas Crusaders, 8-0 atas Pyunik, dan 5-3 atas Torino. Sekarang Wolves sudah mencapai fase grup Liga Europa. Pada fase grup, Wolves tergabung dalam grup K bersama Braga, Besiktas dan Slovan Bratislava.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya