Petugas KPK menunjukkan barang bukti hasil OTT Bupati Muara Enim uang 35.000 dollar AS di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/9/2019). KPK menahan 4 tersangka terkait suap 6 proyek peningkatan pembangunan jalan di Muara Enim. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Petugas disaksikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Laode M Syarif menunjukkan barang bukti hasil OTT Bupati Muara Enim uang 350.000 dollar AS di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/9/2019). Uang tersebut terkait suap 16 proyek peningkatan pembangunan jalan di Muara Enim. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Petugas bersama Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Laode M Syarif bersiap menunjukkan barang bukti hasil OTT Bupati Muara Enim di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/9/2019). KPK mengamankan 350.000 dollar AS terkait suap 16 proyek peningkatan pembangunan jalan di Muara Enim. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Petugas disaksikan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menunjukkan barang bukti hasil OTT Bupati Muara Enim uang 35.000 dollar AS di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/9/2019). Uang tersebut terkait suap 16 proyek peningkatan pembangunan jalan di Muara Enim. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Petugas disaksikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menunjukkan barang bukti hasil OTT Bupati Muara Enim uang 35.000 dollar AS di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/9/2019). Uang tersebut terkait suap 16 proyek peningkatan pembangunan jalan di Muara Enim. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (tengah), Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif memberi keterangan pers terkait OTT Bupati Muara Enim di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/9/2019). KPK mengamankan 350.000 dollar AS terkait suap 16 proyek. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Laode M Syarif memberi keterangan pers terkait OTT Bupati Muara Enim di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/9/2019). KPK mengamankan 350.000 dollar AS dan menahan 4 tersangka terkait suap proyek peningkatan pembangunan jalan di Muara Enim. (merdeka.com/Dwi Narwoko)