Gambar pada Agustus 2019 memperlihatkan wisatawan mengunjungi Katedral garam Zipaquira di 45 km sebelah utara Bogota, ibu kota Kolombia. Katedral garam Zipaquira adalah gereja Katolik Roma bawah tanah yang dibangun di dalam terowongan tambang garam sedalam 200 meter. (JUAN BARRETO/AFP)
Gambar pada Agustus 2019 memperlihatkan wisatawan mengunjungi Katedral garam Zipaquira di 45 km sebelah utara Bogota. Zipaquira menjadi tujuan wisata dan tempat ziarah yang terkenal di Kolombia dan dianggap sebagai salah satu tempat suci Katolik yang paling terkenal di dunia. (JUAN BARRETO/AFP)
Wisatawan mengunjungi Katedral garam Zipaquira di 45 km sebelah utara Bogota, Kolombia pada Agustus 2019. Katedral garam biasanya dikunjungi jemaat sebanyak 3.000 pengunjung pada hari Minggu, namun katedral itu tidak memiliki uskup dan status resmi sebagai Katedral dalam Katolik. (JUAN BARRETO/AFP)
Gambar pada Agustus 2019 menujukkan wisatawan mengunjungi Katedral garam Zipaquira di 45 km sebelah utara Bogota, ibu kota Kolombia. Katedral itu juga dilengkapi dengan berbagai kafe, restoran, dan toko-toko souvenir di sepanjang lorong gua yang disediakan bagi pengunjung umum. (JUAN BARRETO/AFP)
Gambar pada Agustus 2019 menujukkan wisatawan mengunjungi Katedral garam Zipaquira di 45 km sebelah utara Bogota, ibu kota Kolombia. Arsitektur gua di bawah memiliki tiga bagian yang menggambarkan kelahiran, kehidupan, dan kematian Yesus. (JUAN BARRETO/AFP)
Gambar pada Agustus 2019 memperlihatkan wisatawan mengunjungi Katedral garam Zipaquira di 45 km sebelah utara Bogota, ibu kota Kolombia. Katedral garam Zipaquira adalah gereja Katolik Roma bawah tanah yang dibangun di dalam terowongan tambang garam sedalam 200 meter. (JUAN BARRETO/AFP)
Gambar pada Agustus 2019 menunjukkan wisatawan mengunjungi Katedral garam Zipaquira di 45 km sebelah utara Bogota. Zipaquira menjadi tujuan wisata dan tempat ziarah yang terkenal di Kolombia dan dianggap sebagai salah satu tempat suci Katolik yang paling terkenal di dunia. (JUAN BARRETO/AFP)