Kontroversi Kematian Mahasiswi Undip yang Diplonco

Cicilia Puji Rahayu, mahasiswa baru yang sedang mengikuti orientasi kampus di Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang, meninggal dunia. Penyebab kematiannya masih tanda tanya.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Agustus 2002, 07:34 WIB
Liputan6.com, Semarang: Plonco kembali memakan korban. Kini, Cicilia Puji Rahayu, mahasiswi baru yang tengah mengikuti kegiatan orientasi kampus di Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, yang meninggal dunia. Sejauh ini, penyebab kematian anak perempuan satu-satunya pasangan Tubini dan Siti Arohah ini belum jelas.

Warga Kelurahan Simongan, Semarang, masih berdatangan menyampaikan belasungkawa di rumah duka. Sementara kedua orangtua mendiang mengaku putrinya tak pernah mengeluh sakit. Namun, perutnya sering perih akibat maag. Dua hari setelah kegiatan orientasi kampus berlangsung, Cicilia selalu mengeluh kecapaian. Bahkan, dia tak mau makan.

Meski begitu, Cicilia tetap mengikuti kegiatan kampus sampai tiba-tiba, tepatnya Sabtu silam, dia dibawa ke Rumah Sakit dr Karyadi Semarang. Selama perawatan, pasien yang dirawat Zal 8 E ini tidak ditemani pihak keluarga. Sebab, rumah sakit tidak mengizinkan. Padahal sang ibu sempat melihat putri semata wayangnya menggeliat kesakitan, bahkan sempat jatuh dari tempat tidur. Tak lama beselang, perawat mempersilakan orangtuanya masuk. Sayangnya, mereka hanya menemukan korban yang sudah tidak bernafas.

Kedua orangtua korban pasrah menerima tragedi tersebut. Tapi, mereka tetap meminta rektorat Undip memberi penjelasan kronologi tertulis tentang kejadian ini. Sementara ini, petinggi Fakultas Peternakan Undip membantah kematian Cicilia karena kegiatan pekan orientasi kampus dan berjanji akan memenuhi permintaan keluarga. Sedangkan pegawai RS Karyadi belum dapat dikornfirmasi.

Kegiatan orientasi sekolah atau kampus ini memang sering melahirkan masalah. Terakhir, plonco ini memakan korban 17 siswi Sekolah Menengah Umum Sekolah Menengah Umum 82 Jakarta pada Juli silam. Para remaja putri ini ditampar dan dipukul di tiga tempat berbeda olah senior mereka. Karena itu, Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar dengan keras meminta plonco dihentikan. Sebagai gantinya, siswa diberikan orientasi pengenalan atau sosialisasi sekolah B>[baca: Mendiknas: Hentikan Plonco].(TNA/Solikun)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya