Liputan6.com, Jakarta - Dikenal sebagai sineas yang mampu meng-upgrade penampilan para pemain dan hampir tak pernah melahirkan karya bapuk, itulah Hanung Bramantyo. Film-film Hanung Bramantyo sering dilirik juri festival dan mondar-mandir di tangga box office.
Hanung Bramantyo, sineas pertama yang mampu mendatangkan 3,5 juta penonton lebih ke bioskop lewat Ayat-ayat Cinta. Orang-orang yang selama ini tak pernah ke bioskop bisa tergerak gara-gara tangan dingin Hanung Bramantyo.
Advertisement
Bulan ini, Bumi Manusia dirilis di jaringan bioskop. Banyak yang menyebut, ini pencapaian Hanung Bramantyo berikutnya. Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini mengajak Anda untuk melihat kembali 5 karya terbaik Hanung Bramantyo.
Pemilihan film tak hanya didasarkan pada jumlah penonton. Karena hanya memilih 5 film, jangan kaget jika beberapa film populer karya Hanung tidak masuk dalam daftar berikut ini.
Catatan Akhir Sekolah (Rexinema, 2005)
Sejumlah pemerhati film menyebut Hanung Bramantyo starmaker. Yang bukan siapa-siapa, di tangan Hanung bisa menjadi bintang. Tak percaya? Tengoklah Catatan Akhir Sekolah. Ada Ramon Y. Tungka, Christian Sugiono, Vino G. Bastian, dan Marcell Chandrawinata.
Film ini bagus lantaran keberaniannya bergerak di genre drama komedi dengan gaya dan dinamika ala film luar negeri. Ia beda dari rata-rata film lokal di eranya. Selain naskah asli ciamik, Catatan Akhir Sekolah kuat di ilustrasi musik dan penyutradaraan. Ia menjadi penanda zaman.
Get Married (Starvision, 2007)
Get Married yang ditulis Musfar Yasin adalah komedi rock and roll berbasis gap sosial budaya masyarakat. Nirina Zubir tampil relaks bersama Ringgo Agus Rahman, Aming, dan Desta. Richard Kevin tampak charming. Yang menyita perhatian karakter Bu Mardi. Di tangan Meriam Bellina, yang dijuluki Magma Perfilman Nasional, Bu Mardi menjadi ibu bersahaja, kadang ngeselin, kocak, tapi kalau soal anak, jangan ditanya.
Chemistry Mer dan Nirina tampak natural. Mer meraih Piala Citra Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Hanung membawa pulang Piala Citra kedua untuk Sutradara Terbaik. Dirilis jelang Idul Fitri, Get Married yang menyerap 1,3 juta penonton menjadi standar emas bagaimana seharusnya film Lebaran dibuat.