Sandiaga: Kita Enggak Usah Ngomong Industri 4.0 Kalau Tak Ada Listrik

Tak perlu padam berjam-jam, kata Sandiaga, mati listrik dalam waktu sebentar bisa menyebabkan kerugian usaha.

oleh Liputan6.com diperbarui 08 Agu 2019, 17:27 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno melambaikan tangan setibanya di TPS 002 Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk menggunakan hak politiknya dalam Pemilu 2019, Rabu (17/4). Pemilu 2019 terdiri dari Pilpres dan Pileg yang diselenggarakan secara serentak (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan cawapres 02, Sandiaga Salahuddin Uno menyoroti masalah mati listrik di wilayah Indonesia beberapa hari lalu. Menurut dia, dampak lumpuhnya listrik menyebabkan UMKM rugi luar biasa.

"Yang paling banyak dampaknya pada UMKM, karena saya pas kebetulan lagi hari itu mau ngopi, pada mati semua lampunya dan coffee mesinnya enggak nyala, dan dia enggak punya genset, hanya restoran-restoran besar yang punya genset bisa terus beroperasi," kata Sandiaga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Kemudian, dari usaha-usaha besar pasti ada kerugian. Tak perlu padam berjam-jam, kata Sandi, mati listrik dalam waktu sebentar bisa menyebabkan kerugian usaha.

Bagi Sandiaga, peristiwa tersebut merupakan pengalaman pahit buat negara. Dari hal itu juga disebutnya bahwa infrastruktur bukan hanya ketersediaan tapi kehandalan.

"Saya yakin sih sebetulnya sekarang memang fokusnya SDM pembangunan ke depan, tapi untuk infrastrukrur yang telah dibangun jangan sampai ditinggalin dari segi ketersediaan. Kita enggak usah ngomong revolusi industri 4.0 kalau gak ada listrik ya, berhenti semuanya," tandas Sandiaga.

Sebelumnya, beberapa hari lalu PLN mengalami masalah. Akhirnya, pemadaman listrik terjadi di berbagai wilayah cukup lama. Transportasi publik dan sinyal pun terkena imbas lumpuhnya pemadaman listrik tersebut.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya