Istana : Sosok Kresno Bisa Jadi Teladan Generasi Muda

Presiden Jokowi menggelar wayang kulit di Istana Kepresidan. Pagelaran tersebut didalangi Ki Manteb Shudarsono yang membawakan lakon Kresno Jumeneng Ratu.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 03 Agustus 2019, 06:50 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memainkan wayang kulit disaksikan dalang Ki Mantep Sudarsono (tengah) dalam Pagelaran Wayang Kulit 74 Tahun Indonesia Merdeka di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (2/8/2019). Pagelaran wayang mengangkat tema "Kresno Jumeneng Ratu”.(Liputan6.com/Angga Yuniar

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar wayang kulit di Istana Kepresidan, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019) malam. Pagelaran tersebut didalangi Ki Manteb Shudarsono yang membawakan lakon Kresno Jumeneng Ratu. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenen Eko Sulistyo menjelaskan tema malam ini diartikan Kresno sebagai raja. Menurut dia raja yang bisa mengayomi masyarakat serta juru damai terhadap pihak-pihak yang bersengketa.

Sosok Kresno kata Eko penting untuk generasi muda. Yaitu jika ingin menjadi seorang pemimpin harus memiliki semangat yang kuat. Serta dilandasi jujur dan tawakal. Hal itu kata Eko jadi bekal untuk bisa menjadi pemimpin.

"Saya rasa ini penting buat generasi muda dalam konteks kekinian bahwa jika ingin menjadi seorang pemimpin," kata Eko saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019).

Dia pun menepis tema yang dibawakan wayang kulit kali ini untuk menggambarkan kepemimpinan Jokowi. Dia menjelaskan tema tersebut dipilih oleh Ki Mantep. Dan biasa dibawakan bawa saat jumenengan kraton. Menurut dia, sosok Kresno untuk generasi muda yang ingin menjadi peminpin.

"Tidaklah, tidak semacam itu. Ini konteksnya adalah bagi siapapun, khususnya generasi muda sekarang kemudian ingin menjadi pemimpin, sifat pemimpin Kresno bisa menjadi salah satu contoh. Semangat, kerja keras, jujur," ungkap Eko.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pesan Khusus Dari Istana

Eko juga menuturkan ada pesan khusus dari Istana untuk masyarakat. Pentingnya melestarikan budaya yang sudah mulai luntur dengan budaya-budaya luar.

"Pertama secara umum bahwa pelestarian budaya itu penting. Apalagi di tengah gempuran modernisitas kemudian di tengah serbuan budaya-budaya luar. Budaya-budaya lokal semacam ini yg punya pendukung tetap harus dihidupkan," kata Eko.

Kemudian, ajaran moral yang disampaikan pada pagelaran ini kata Eko akan jadi pesan baik generasi muda dan tua. Bahwa untuk menjadi pemimpi untuk bekerja dengan baik.

"Kedua bahwa ajaran-ajaran moral yang disampaikan sebagai pesan dalam pagelaran ini akan menjadi apa pesan baik bagi generasi muda utk mencapai kepemimpinam," lanjut Eko.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya