Jakarta PSM Makassar sudah tak sabar untuk melakoni leg kedua final Piala Indonesia melawan Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Makassar, Minggu (28/7/2019). PSM tak sabar untuk raih kemenangan dua dua gol karena rindu akan trofi.
Juku Eja menyakini duel kontra Persija adalah kesempatan terbaik memupus dahaga gelar selama 19 tahun. PSM meraih trofi bergengsi terakhir kali pada Liga Indonesia 1999-2000.
Advertisement
Menghadapi duel krusial ini, pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mengungkapkan skuatnya dalam kondisi baik. Mantan pelatih Roda JC Kerkrade ini bisa menurunkan mayoritas pemain terbaiknya. Hanya Marc Anthony Klok yang absen karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
Kondisi cedera engkel Wiljan Pluim mulai membaik. Dalam dua hari terakhir, sang kapten sudah mengikuti latihan reguler. Pluim juga sudah masuk skema taktik Juku Eja menghadapi Persija, meski Darije mengaku masih menunggu laporan medis sang pemain.
Kalau Pluim bisa main, otomatis Darije tetap mengandalkan pola standarnya. Tidak lagi bermain dengan dua striker sekaligus seperti yang sempat dirancangnya untuk memburu margin dua gol atas Persija.
Hal itu berarti, Guy Junior, Eero Markkanen, dan Ferdinand Sinaga harus bersiap menunggu keputusan akhir Darije perihal siapa yang menjadi starter.
Situasi yang sama juga terjadi efek imbas cederanya Pluim, membuat Rasyid Bakri dan M. Arfan bersaing berebut satu kuota di lini tengah. Satu tempat lainnya sudah pasti jadi milik Rizky Pellu.
Sementara di lini belakang kemungkinan besar tidak berubah. Asnawi Mangkualam, Aaron Evans, Abdul Rahman, dan Beny Wahyudi jadi plihan utama. Hanya posisi kiper Hilmansyah yang terancam menyusul membaiknya kondisi seniornya, Rivki Mokodompit.
Itu dari sisi teknis. Dukungan militan suporter PSM Makassar ketika melakoni laga kandang jadi kekuatan tersendiri buat skuat Juku Eja. Darije tanpa sungkan mengakui itu.
"Saya sudah merasakannya pada sejumlah laga di Makassar. Yel suporter sepanjang pertandingan membuat pemain seperti tak kenal lelah," kata Darije.
Persija Tertekan
Sebaliknya, Persija dalam keadaan tertekan. Tim asuhan pelatih Julio Banuelos ini diserang berbagai teror sebelum pertandingan. Pertama, sekumpulan orang tak dikenal menyalakan petasan di hotel tempat tim berjulukan Macan Kemayoran ini menginap, Sabtu (27/7/2019) dini hari WITA.