Liputan6.com, Jeddah - Sebanyak 5 jemaah haji Indonesia yang mendarat di Bandara King Abdul Aziz, dirujuk ke rumah sakit di Jeddah. Rujukan dengan melihat kondisi jemaah yang dinilai membutuhkan perawatan lebih maksimal.
Petugas Kesehatan Daker Bandara Jeddah-Madinah, M Zainul Mukhorobin menuturkan, ada beberapa tahapan sebelum jemaah haji dirujuk ke rumah sakit.
Advertisement
Pembagian tahapan ini mulai dari triase hijau, kuning hingga merah. "Kategori triase sesuai dengan kegawatan," jelas dia di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Sabtu (27/7/2019).
Dia menuturkan, sesaat usai mengetahui ada pendaratan, tim kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat langsung bersiaga memantau kondisi jemaah haji yang baru tiba di bandara.
Bila ada keluhan, langkah berikutnya adalah pemeriksaan. Di tahapan ini akan ditentukan kategori kegawatan kesehatan jemaah.
Bila masuk kategori hijau, usai penanganan maka jemaah haji dikembalikan ke kloter.
Kemudian untuk triase kuning, menjadi tanda jemaah haji dirujuk ke klinik kesehatan. Sementara bila masuk triase merah maka jemaah akan dirujuk ke rumah sakit.
Untuk rujukan lokasi ke rumah sakit, ditentukan oleh tim kesehatan klinik bandara Arab Saudi.
Tapi dipastikan jika jemaah haji yang masuk perawatan rumah sakit tetap dalam pengawasan Tim Kesehatan PPIH Daker Bandara Jeddah. "Jadi kita pantau dan awasi terus," jelas dia.
Nama Jemaah
Adapun 5 jemaah yang dirujuk ke rumah sakit dari bandara, yakni:
1. Amri bin Abdul Aziz dari kloter BTH 10 (Embarkasi Batam). Dirujuk ke Rumah Sakit Mujamma Malik Abdul Allah
2. Sayu binti Raban dari Kloter SOC 50 (Embarkasi Solo), yang dirujuk ke Rumah Sakit Mujamma Malik Abdul Allah
3.Toton Suhend dari Kloter JKG 33 (Embarkasi Jakarta), dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi King Abdullah
4. Sabure Hamsang Laide dari Kloter UPG 26 (Embarkasi Makasar), yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi King Abdullah
5. Radja Radan Ridwan dari Kloter BTJ 2 (Embarkasi Aceh), yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi King Abdullah
Tonton Video Ini: