Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly (tengah) memenuhi panggilan penyidik KPK di Jakarta, Selasa (25/7/2019). Yasonna Laoly diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan anggota DPR RI, Markus Nari terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly (kedua kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/7/2019). Yasonna diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan anggota DPR RI, Markus Nari terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly menuju ruang pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/7/2019). Yasonna Laoly diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan anggota DPR RI, Markus Nari terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly (kanan) memenuhi panggilan penyidik KPK di Jakarta, Selasa (25/7/2019). Yasonna Laoly diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan anggota DPR RI, Markus Nari terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly (kedua kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/7/2019). Yasonna diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan anggota DPR RI, Markus Nari terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly (kanan) memenuhi panggilan penyidik KPK di Jakarta, Selasa (25/7/2019). Yasonna Laoly diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan anggota DPR RI, Markus Nari terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. (merdeka.com/Dwi Narwoko)