Deretan Fakta Menarik Usai Timnas Indonesia Digulung Yordania

Timnas Indonesia babak telur di tangan Yordania setelah kalah 1-4. Apa plus dan minus yang didapatkan Timnas Indonesia setelah digilas Yordania?

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 12 Juni 2019, 13:50 WIB
Trivia Timnas Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

Jakarta Timnas Indonesia kalah telak 1-4 dari Yordania pada partai uji coba FIFA Matchday di King Abdullah Stadium, Amman, Selasa (11/6/2019).

Menurut Simon McMenemy, target Timnas Indonesia ketika menghadapi Yordania adalah menerapkan racikan, bukan hasil akhir jadi tak perlu dibesar-besarkan.

Kendati demikian, McMenemy tak ingin mencari alasan, pun kambing hitam, atas babak belurnya Timnas Indonesia di tangan Yordania. Lewat kebesaran hatinya, juru taktik asal Skotlandia itu memuji penampilan tuan rumah.

"Kredit tersendiri untuk Yordania. Mereka tim yang kuat, punya teknik bagus. Ini adalah tim (Yordania) yang sama ketika mengalahkan Australia. Alasan utama kami ke sini adalah mendapat lawan tim kuat, dan kami dapat itu," kata McMenemy.

"Kami semua ingin menang, tapi ya pemain harus belajar. Ambil pertandingan ini sebagai pengalaman. Harapan kami bisa belajar. Yordania adalah tempat yang susah untuk bermain. Namun, kalau misalnya kami kembali ke sini lagi, tentu persiapan akan lebih baik. Karena kami sudah tahu. Kami tahu sejak awal pertandingan akan berkalan susah," ujar McMenemy.

McMenemy memang benar. Yordania terlalu superior untuk Timnas Indonesia. Tim berjulukan Skuat Garuda ini tak banyak memberikan tekanan kepada tuan rumah.

Timnas Indonesia sering kehilangan bola ketika di-pressure lawan. Berbagai terobosan McMenemy dalam pemilihan pemain pun tak efektif. Sejumlah pemain tak ditempatkan pada posisi aslinya.

Sepanjang laga, hanya Yanto Basna yang berulang kali jatuh bangun mengadang serangan Yordania. Performanya kali ini layak mendapatkan pujian.

Lalu, apa plus dan minus yang didapatkan Timnas Indonesia setelah digilas Yordania? Bola.com mencoba merangkumnya:


Eksperimen Gagal

Timnas Indonesia kalah 1-4 dari Yordania dalam laga uji coba di King Abdullah II Stadium, Selasa (11/6/2019). (PSSI)

McMenemy mengejutkan banyak pihak kala memainkan Ruben Sanadi sebagai wingback kanan, dan Ramdani Lestaluhu sebagai winger kiri, pada pakem andalannya, 3-4-3.

Ruben Sanadi adalah bek berkaki kiri, dengan Ramdani Lestaluhu dalam beberapa tahun belakangan, terbiasa bermain sebagai gelandang tengah. Terbukti, peran keduanya tak cukup efektif.

Ramdani misalnya, pergerakannya tak banyak membahayakan lini pertahanan Yordania. Dedik Setiawan sebagai penyerang tengah pun tak mendapatkan servis maksimal.

Lanjut Baca:

Sekitar lima menit sebelum jeda turun minum, Ramdani terlibat bentrokan dengan salah satu pemain tuan rumah. Alhasil, pada pengujung babak pertama, pemain Persija itu digantikan oleh Andik Vermansah. Permainan Ruben Sanadi pun cenderung standar. Diplot sebagai gelandang sayap kanan, alih-alih di sebelah kiri sebagai posisi aslinya, pemain berusia 32 tahun itu terus menjadi bulan-bulanan gelandang sayap kiri Yordania, Ahmed Hersan. Dari pos Ruben Sanadi pula, Ahmed Hersan berhasil mencetak gol kedua Yordania pada menit ke-42.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya