Persiapan Minim Jadi Alasan Timnas Indonesia U-23 Gagal Bersaing Juara di Merlion Cup 2019

Timnas Indonesia U-23 mengakhiri Merlion Cup 2019 di peringkat ketiga setelah gagal bersaing dengan Thailand dan Singapura.

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 10 Jun 2019, 11:20 WIB
Pelatih Alexander Gama menyebut Thailand sebenarnya bisa tampil lebih baik lagi dan menang dengan skor lebih dari 2-1 melawan Timnas Indonesia U-23. (dok. FAS)

Jakarta Timnas Indonesia U-23 punya alasan mengapa hanya finis di peringkat ketiga dari empat peserta Merlion Cup 2019. Pelatih Indra Sjafri menyebut persiapan Witan Sulaeman dkk sangat minim sebelum mengarungi turnamen mini bersama sesama negara Asia Tenggara itu.

Langsung berjumpa Thailand U-23 pada partai pertama (7/6/2019), Timnas Indonesia U-23 takluk 1-2 sebelum membantai Filipina U-23 dengan skor 5-0 pada perebutan tempat ketiga (9/6/2019). 

Sedari awal, Indra Sjafri memang tak menargetkan untuk menjadi juara. Mengingat, skuat berjulukan Garuda Muda ini hanya punya persiapan singkat yang berlangsung di Bulan Ramadan.

Sebelum mentas di Merlion Cup 2019, Timnas Indonesia U-23 memulai latihan di Yogyakarta pada 29 Mei hingga 3 Juni 2019. Pada 5 Juni atau Lebaran hari pertama, Garuda Muda meluncur ke Singapura.

"Kami punya tantangan besar mengikuti turnamen ini. Persiapan hanya beberapa hari saat Bulan Puasa," ujar Indra Sjafri.

"Ditambah lagi, meninggalkan keluarga di Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriyah membuat ada keterbatasan dalam persiapan. Tapi, kami menikmati proses dalam tim," katanya.

Ketika timnya berpesta gol ke gawang Filipina U-23, Indra Sjafri layak tersenyum. Apalagi, tiga dari lima gol Timnas Indonesia U-23 disumbangkan Muhammad Rafly, seorang gelandang yang pada turnamen ini dicobanya menjadi tukang gedor.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya