Liputan6.com, Jakarta - Selama satu dekade, Raditya Dika dan status jomblo bagaikan dua sisi mata uang. Raditya Dika dinobatkan sebagai Presiden Jomblo Indonesia sebelum akhirnya ia melepas masa lajang, lalu gelar itu diperebutkan Indra Herlambang dan Baim Wong. Film-film karya Raditya Dika tak jauh dari tema jomblo dan move on. Single yang dirilis pada pengujung 2015 menjadi film pertama Raditya Dika yang tembus sejuta penonton. Empat tahun berselang, kisah sukses Single mencoba diulang.
Single Part 2 melanjutkan kisah hidup Ebi (Raditya) dan Angel (Annisa). Angel kuliah di Bali. Sementra Ebi pindah kos dan bergaul dengan dua kawan baru, yakni Johan (Yoga) dan Nardi (Ridwan). Keduanya menyemangati Ebi agar move on dari Angel dan mencari cewek baru. Ebi memendam cinta pada Angel namun tak punya nyali untuk mengungkapkan. Setiap kali mengobrol lewat sambungan videocall, Ebi hanya menanyakan kabar dan kesibukan.
Advertisement
Sialnya, saat Ebi berencana menyatakan cinta, Angel malah bercerita kini menjalin hubungan dengan Arya (Arief). Konon, Ibunda Angel (Rina) merestui. Ebi yang ingin melupakan Angel lantas berkenalan dengan Alika (Mentari) putri pemilik jasa cuci baju langganannya. Suatu hari, adik Ebi, Alfa (Frederik), merayakan ulang tahun anaknya di Bali. Alfa mengundang Ebi, Nardi, dan Johan ke Pulau Dewata. Diam-diam, Alfa juga mengundang Angel ke pesta itu.
Masih soal jomblo, di Single Part 2 kali ini Raditya Dika menempatkan karakter utama di posisi kritis dan nyaris kehilangan pilihan. Ebi digambarkan mengikuti konseling forum jomblo, satu dari dua temannya telah menikah, sementara ia sendiri belum pernah mencium perempuan. Di titik ini, ia kehilangan pegangan hingga mau saja mengikuti saran teman yang belum tentu benar. Kita dapat memahami posisi karakter utama mengingat, adiknya telah menikah dan punya anak. Ibunya single parent, ditinggal mati suami. Usia Ebi pun menyentuh kepala tiga.
Melelahkan, tapi...
Yang sedikit mengganjal, fasihnya karakter utama berbicara di depan publik sementara saat menghadapi lawan jenis kehilangan nyali. Makin gemas gara-gara tokoh utama selalu gagal memanfaatkan kesempatan dengan berbagai alasan. Dari diselak pihak ketiga, kurang cekatan memanfaatkan waktu yang terbatas, hingga ceroboh makan. Hal-hal yang semestinya tak perlu terjadi berulang kali ini membuat Single Part 2 terasa berlarut-larut. Akibatnya, beberapa adegan membuat alur film melambat. Melelahkan.