Liputan6.com, Magelang: Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang jalan raya dari Candi Mendut hingga Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, untuk menyaksikan prosesi arak-arakan Waisak, Ahad (6/5). Sejumlah hasil bumi diarak dari Candi Mendut hingga Candi Borobudur dengan berjalan kaki sejauh empat kilometer. Prosesi arak-arakan dibuat unik menggunakan tradisi Jawa dalam bentuk pakaian adat dan payung keraton.
Sesampai di Candi Borobudur, api abadi dan air suci serta piranti arak-arakan disemayamkan di pelataran. Malam harinya akan digelar kegiatan malam puncak Waisak nasional yang akan diikuti oleh 20 ribu umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara di Makassar, Sulawesi Selatan, ratusan umat Buddha dari Vihara Girinaga mengarak patung Sang Buddha keliling kota sebagai perayaan puncak hari Waisak. Arak-arakan juga dimeriahkan oleh barongsai dan lampu lampion. Usai mengarak patung Sang Buddha, umat kemudian melanjutkan ritual doa dan pemberian sesembahan kepada Sang Buddha.(ADO)
Sesampai di Candi Borobudur, api abadi dan air suci serta piranti arak-arakan disemayamkan di pelataran. Malam harinya akan digelar kegiatan malam puncak Waisak nasional yang akan diikuti oleh 20 ribu umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara di Makassar, Sulawesi Selatan, ratusan umat Buddha dari Vihara Girinaga mengarak patung Sang Buddha keliling kota sebagai perayaan puncak hari Waisak. Arak-arakan juga dimeriahkan oleh barongsai dan lampu lampion. Usai mengarak patung Sang Buddha, umat kemudian melanjutkan ritual doa dan pemberian sesembahan kepada Sang Buddha.(ADO)