5 Pemain Termahal yang Gagal Bersinar

Harga beli si pemain ternyata tak sebanding dengan performa mereka di lapangan hijau.

oleh Ario YosiaDiterbitkan 23 Mei 2019, 00:00 WIB
Thibaut Courtois mendapatkan teror tak mengenakkan di derby Atletico Madrid vs Real Madrid (GABRIEL BOUYS / AFP)

Jakarta - Bursa transfer musim panas tahun 2018 kemarin melahirkan beberapa transfer besar. Salah satunya adalah kepergian Cristiano Ronaldo dari Real Madrid.

Ronaldo memutuskan meninggalkan Real Madrid dan mencoba tantangan baru di Serie A bersama Juventus. Pemain Portugal itu ditebus dengan biaya yang mencapai 100 juta euro.

Ronaldo pun mampu memberikan dampak yang besar untuk klub barunya. Bintang berusia 34 tahun itu sudah mencetak 24 gol dan 12 assist dari 36 pertandingan untuk I Bianconeri di semua kompetisi.

Setiap pemain yang direkrut dengan biaya yang besar diharapkan bisa membuat dampak yang signifikan di klub barunya dalam waktu dekat. Namun, tidak semuanya bisa melakukannya.

Ada banyak faktor yang membuat pemain baru belum bisa nyetel dengan klub barunya meski sudah ditebus dengan biaya mahal. Salah satunya adalah proses adaptasi.

Berikut ini lima rekrutan mahal di musim panas yang belum memenuhi harapan meski musim sudah mendekati akhir seperti dilansir Fox Sports Asia.

 


Radja Nainggolan

Radja Nainggolan (kanan) (Matteo Bazzi/ANSA via AP)

Radja Nainggolan masuk dalam Tim Terbaik Serie A selama empat musim bersama AS Roma. Inter aslinya membayar pemain Belgia itu sebesar 24 juta euro tetapi mereka juga melepas Davide Santon dan Nicolo Zaniolo ke Roma dan para pemain tersebut dihargai 14 juta euro.

Nainggolan kesulitan dengan cedera dan melewatkan pertandingan melawan Barcelona, ​​Juventus dan Lazio. Selain itu, ia harus ditarik keluar sebelum istirahat saat melawan AC Milan dan Spurs karena cedera.

Dan ketika pemain berusia 30 tahun itu berhasil bermain selama 90 menit penuh, ia gagal tampil mengesankan dan hanya mencetak empat gol dan tiga assist dalam 23 pertandingan di semua kompetisi. Tak hanya itu, Inter pernah menskorsnya karena tindakan disipliner pada bulan Desember.

Inter mengorbankan Nicolo Zaniolo, seorang gelandang menjanjikan yang mencetak 13 gol dalam 26 pertandingan untuk skuat U-19 dan memenangkan gelar di klub untuk merekrut Nainggolan. Inter memang punya sejarah menjual pemain-pemain muda yang menjanjikan sebelum mereka menyadari potensinya dan beberapa contoh terbaiknya adalah Andrea Pirlo dan Philippe Coutinho. Sejauh ini, mereka mungkin mengulangi kesalahanya lagi dengan Zaniolo.

Lanjut Baca:

Zaniolo sudah menembus tim utama Roma dan mencetak lima gol dalam 28 penampilan musim ini. Satu gol dan lima pertandingan lebih banyak dari yang dijalani Nainggolan untuk Inter musim ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya