BPN Minta Jangan Samakan Pemilu 2019 dengan Zaman Orba

Sodik mengaku takjub dengan partisipasi yang diberikan masyarakat dalam mengawal penghitungan suara.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 24 April 2019, 02:10 WIB
Petugas KPPS memperlihatkan contoh surat suara kepada pemilih saat simulasi pemungutan dan pencoblosan surat suara Pemilu 2019 di Taman Suropati, Jakarta, Rabu (10/4). Simulasi itu untuk meminimalisir kesalahan dan kekurangan saat pencoblosan pemilu pada 17 April nanti. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sodik Mujahid mengingatkan bahwa kritik dan protes yang disampaikan publik ditujukan untuk mewujudkan pemilu yang jujur dan adil (jurdil). Menurutnya, hal ini sebagai wujud demokrasi yang konsisten dengan semangat reformasi.

"Jangan samakan Pemilu 2019 dengan pemilu zaman tahun 1970-an awal Orba. Jangan khianati reformasi," kata Sodik.

Sodik menambahkan, perbedaan hasil penghitungan suara BPN dengan quick count lembaga survei adalah hal yang lumrah. Dia menyebut hal ini sebagai bentuk kontrol dari BPN demi terciptanya pemilu yang jurdil.

"Kalau beda dikit-dikit wajar. Tapi kalau beda banyak maka tidak wajar," sambungnya.

Kendati demikian, Sodik mengaku takjub dengan partisipasi yang diberikan masyarakat dalam mengawal penghitungan suara. Menurutnya, apa yang dilakukan publik bisa disebut sebagai sebuah bentuk protes atau kepedulian agar tercipta pemilu yang bersih.

"(Ini) bentuk protes dan bentuk kepedulian," tandasnya.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

POPULER

    Berita Terbaru

      Berita Terkini Selengkapnya