6 Penyebab Klub Liga Inggris Sulit Bicara Banyak di Kompetisi Eropa

Klub Inggris gagal konsisten pada dua kompetisi Eropa: Liga Europa dan Liga Champions.

oleh Ario YosiaDiterbitkan 05 Februari 2019, 09:40 WIB
Striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mendampingi Mohamed Salah saat ditarik keluar lapangan pada laga final Liga Champions di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Minggu (27/5/2018). Salah mengalami cedera bahu usai dilanggar Ramos. (AP/Darko Vojinovic)

Jakarta - Liga Inggris pernah mendominai peta kekuatan sepak bola Eropa. Namun, belakangan kiprah mereka tenggelam.

Hanya Liverpool, Manchester United, dan Chelsea, yang bisa menembus dominasi duo Spanyol, Real Madrid dan Barcelona sebagai kampiun Liga Champions.

Publik sepak bola dunia beberapa tahun belakangan dibuat bosan karena juara dua kompetisi Liga Champions dan Liga Europa dikuasai klub-klub asal Spanyol.

Sebuah komentar menarik dilontarkan Pep Guardiola, pelatih Manchester City, klub kaya Liga Inggris yang membangun kekuatan tim dengan pemain-pemain berlabel wah, di fase penyisihan Liga Champions.

“Mereka adalah salah satu tim terkuat yang pernah saya hadapi. Mereka mengandalkan fisik, kuat, dan serangan balik mereka sangat luar biasa hebat. Orang-orang berkata Liga Prancis (Ligue 1) hanya PSG (Paris Saint-Germain), tapi mereka sangatlah salah.”

Pep Guardiola melontarkan pujian itu setelah hasil imbang 2-2 antara Olympique Lyonnais kontra Manchester City di lanjutan laga Grup F Liga Champions. Dapatkan Anda membayangkannya, Lyon disebut dan diakui secara langsung oleh Guardiola sebagai lawan terkuat mereka.

Bukan tanpa bermaksud meremehkan atau tidak respek kepada Lyon, Les Gones sekarang ini bukanlah Lyon yang pernah menjuarai Ligue 1 tujuh kali beruntun dari tahun 2001-2008.

Musim lalu saja Lyon hanya menempati peringkat tiga di bawah PSG dan AS Monaco. Bagaimana bisa, Guardiola, dengan timnya yang begitu superior dan mengerikan di Liga Inggris, mengakui Lyon sebagai lawan terhebat mereka.

Logikanya, jika Guardiola mengatakannya, itu berarti Chelsea, Liverpool, Arsenal, Manchester United, dan lawan-lawan yang sudah dilawan Man City di Liga Inggris, ada di bawah Lyon. Begitu turunnya standar permainan sepak bola Inggris, yang ironisnya punya liga terbaik dunia, Liga Inggris.

Faktanya demikian. Terlepas dari keberhasilan Manchester United meraih titel Europa League 2017 dan pencapaian final Liverpool masuk final Liga Champions 2018, klub Liga Inggris yang dahulu pernah mendominasi Eropa, jadi melempem dalam beberapa musim terakhir.

Lanjut Baca:

Kira-kira, apa ya penyebabnya? Berikut ini analisisnya yang disarikan dari situs 90min:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya