Liputan6.com, Muaratebo: Kebun karet dan padi milik warga Tebo Ulu, di pinggir Sungai Batanghari, Kabupaten Tebo, Jambi dirusak seekor gajah. Seorang warga, Bahrun, Selasa (10/4) mengungkapkan kondisi kebunnya porak poranda akibat diacak-acak gajah.
"Tidak hanya tanaman karet yang dirusak, tetapi satu karung padi yang tersimpan di gubuk juga habis dimakan gajah," katanya.
Warga yang mengetahui keadaan tersebut beramai-ramai menghalau gajah besar yang ketika itu sedang berada di pinggi kali hingga keluar dari lahan perkebunan warga. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (6/4) lalu.
Polisi bersama LSM Internasional dari Jerman FZS (Frankfurt Zoological Society) telah memasang kawat berlistrik untuk menghalau gajah dan binatang liar lainnya agar tidak memasuki kawasan perkebunan warga.
"Pemasangan pagar kawat berlistrik tegangan rendah itu untuk mengusir gajah dan binatang lain yang sering merusak kebun warga," kata Kapolres Tebo AKBP Zainuri Anwar.
Pemasangan pagar kawat berlistrik tersebut membentang di sepanjang SP 2 Desa Sekutur Saya, Kecamatan Serai Serumpun pada bulan Maret lalu. Menurut Zainuri, cara ini dinilai efektif meski masih ada satu dua binatang yang lolos. (ANT/Vin)
"Tidak hanya tanaman karet yang dirusak, tetapi satu karung padi yang tersimpan di gubuk juga habis dimakan gajah," katanya.
Warga yang mengetahui keadaan tersebut beramai-ramai menghalau gajah besar yang ketika itu sedang berada di pinggi kali hingga keluar dari lahan perkebunan warga. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (6/4) lalu.
Polisi bersama LSM Internasional dari Jerman FZS (Frankfurt Zoological Society) telah memasang kawat berlistrik untuk menghalau gajah dan binatang liar lainnya agar tidak memasuki kawasan perkebunan warga.
"Pemasangan pagar kawat berlistrik tegangan rendah itu untuk mengusir gajah dan binatang lain yang sering merusak kebun warga," kata Kapolres Tebo AKBP Zainuri Anwar.
Pemasangan pagar kawat berlistrik tersebut membentang di sepanjang SP 2 Desa Sekutur Saya, Kecamatan Serai Serumpun pada bulan Maret lalu. Menurut Zainuri, cara ini dinilai efektif meski masih ada satu dua binatang yang lolos. (ANT/Vin)