Liputan6.com, Jakarta: Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini M.S. Soewandi akan memanggil pengurus Organisasi Angkutan Darat dan Depertemen Perhubungan. Tujuannya untuk mengetahui persis rencana pengadaan bus-bus baru untuk mengganti armada bus kota yang sudah tidak laik jalan. Pernyataan ini disampaikan Rini di Jakarta, Jumat (26/7).
Sarjana Ekonomi Wellesly College Massachussets Amerika Serikat itu juga menegaskan tidak akan memaksakan pengadaan bus tersebut dari dalam negeri. Jika ternyata industri dalam negeri tidak mampu menyediakan bus dengan harga terjangkau. Dalam kondisi tersebut upaya mengimpor bus menjadi pilihan alternatif. Sejauh ini, ide mengganti bus-bus tua terganjal harga yang sesuai.
Di sisi lain, pemerintah akan mengimpor 50 bus bekas dari Jepang yang akan beroperasi sebagai bus cepat terbatas air condtioned (patas AC). Sedianya, bus-bus tersebut akan dikendalikan Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) dengan tarif Rp 2. 500. Tapi, diduga keras, rencana tersebut bakal ditentang habis. Sebab, saat ini tarif bus patas AC mencapai tarif Rp 3.300 dan tengah didesak untuk meningkat 500 perak [baca: DPP Organda Mengusulkan Kenaikan Tarif Patas AC].(TNA/Aryo Adi Prabowo dan Anto Susanto)
Sarjana Ekonomi Wellesly College Massachussets Amerika Serikat itu juga menegaskan tidak akan memaksakan pengadaan bus tersebut dari dalam negeri. Jika ternyata industri dalam negeri tidak mampu menyediakan bus dengan harga terjangkau. Dalam kondisi tersebut upaya mengimpor bus menjadi pilihan alternatif. Sejauh ini, ide mengganti bus-bus tua terganjal harga yang sesuai.
Di sisi lain, pemerintah akan mengimpor 50 bus bekas dari Jepang yang akan beroperasi sebagai bus cepat terbatas air condtioned (patas AC). Sedianya, bus-bus tersebut akan dikendalikan Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) dengan tarif Rp 2. 500. Tapi, diduga keras, rencana tersebut bakal ditentang habis. Sebab, saat ini tarif bus patas AC mencapai tarif Rp 3.300 dan tengah didesak untuk meningkat 500 perak [baca: DPP Organda Mengusulkan Kenaikan Tarif Patas AC].(TNA/Aryo Adi Prabowo dan Anto Susanto)