Jakarta - Juara bertahan Premier League, Manchester City gagal membawa pulang poin dari markas Leicester City, Rabu (26/12/2018) malam WIB. Pada laga di King Power Stadium, Manchester City takluk dengan skor 1-2.
Hasil tersebut membuat perjuangan Manchester City untuk memertahankan gelar juara semakin berat. Selain itu, performa The Citizens tergolong memrihatinkan.
Advertisement
Maklum, pada empat laga terakhir, armada Pep Guardiola menuai tiga kekalahan. Sebelum takluk di kandang Leicester City, Manchester Biru takluk kala bersua Chelsea dan Crystal Palace.
Pada pertarungan kontra Leicester City, Pep Guardiola menurunkan tim terbaik. Pada area depan ada Sergio Aguero, Leroy Sane dan Raheem Sterling. Sementara barisan tengah terdiri dari Ilkay Gundogan, Bernardo Silva dan Kevin De Bruyne.
Komposisi tersebut membuat Manchester City langsung tampil agresif. Hasilnya, gol pembuka pada pertandingan tersebut lahir pada menit ke-14. Gelandang Manchester City, Bernardo Silva menaklukkan kiper tuan rumah, Kasper Schmeichel melalui sontekan kaki kiri.
Pemain berkebangsaan Portugal tersebut menyelesaikan peluang hasil umpan matang Sergio Aguero. Sebelumnya, Aguero mampu mengirim bola ke arah Silva setelah melewati tiga pemain bertahan Leicester City, yakni Harry Maguire, Wes Morgan dan Ricardo Pereira.
Leicester City langsung bangkit dengan menunjukkan determinasi mengejar selisih gol. Hasilnya terjadi lima menit setelah gol tim tamu. Bek sayap, Marc Albrighton mampu menjebol jala Manchester City via sundulan.
Albrighton berhasil menempatkan diri di belakang Fabian Delph, dan mampu menerima umpan dari Jamie Vardy. Bebas, mantan bek Everton tersebut membuat Ederson tak berdaya.
Gol tersebut menambah catatan buruk barisan pertahanan Manchester City. Opta mencatat, jala Manchester City bobol pada setiap tendangan pertama lawan dalam tiga dari empat pertandingan terakhir di pentas Premier League.
Setelah kedudukan imbang, kedua tim silih berganti membuat peluang. Sayang, sampai babak pertama selesai, kedudukan tetap imbang 1-1.
Pada babak kedua, tensi pertandingan langsung tinggi. Sayang, rapatnya barisan pertahanan membuat tak banyak tercipta peluang pada awal laga. Kans pertama bagu tercipta pada menit ke-52.