Konser Indonesia Now, Kado Terindah HUT Ke-35 Slank

Slank tak meninggalkan empati dan simpati mereka untuk korban bencana tsunami di Anyer, Banten, dan Lampung Selatan.

oleh Edu KrisnadefaDiterbitkan 25 Desember 2018, 16:20 WIB
Slank sukses memuaskan para Slankers dalam konser HUT ke-35 mereka di GBK, Minggu (23/12). (Bambang Eros/Fimela)

Liputan6.com, Jakarta - Dan, ketika ratusan kembang api meletup-letup di langit Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pesta itu pun dimulai. Lagu "Cinta Kita", "Menyakitimu", dan "Anyer 10 Maret", yang dinyanyikan Kaka secara medley, jadi intro pembuka Konser HUT ke-35 Slank Indonesia Now, Minggu (23/12/2018) malam.

Namun, Slank tak meninggalkan empati dan simpati mereka untuk korban bencana tsunami di Anyer, Banten, dan Lampung Selatan. Kaka pun mengajak para Slankers untuk sejenak menundukkan kepala, mendoakan para korban, dilanjutkan dengan lagu "Solidaritas".

Sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo, lewat rekaman video yang dikirimnya, juga mengucapkan bela sungkawa yang mendalam untuk para korban tsunami. Di ujung rekaman videonya, presiden RI ketujuh itu berujar, "Mohon maaf saya tidak bisa hadir, tapi jangan pernah ragukan dukungan saya untuk Slank."

Namun, pesta sesungguhnnya baru dimulai saat Bimbim di belakang set drum, sementara Ridho (gitar) dan Ivanka (bass) telah menyandang senjatanya masing-masing. Saat lampu-lampu panggung dinyalakan, meluncurlah "Mars Slankers" dari kerongkongan Kaka, lagu yang kerap mereka mainkan di setiap awal konser.

Tak pelak, sekitar 60 ribu Slankers yang hadir langsung jejingkrakkan, terbawa suasana. Mereka memang sangat antusias ikut merayakan ulang tahun band idola mereka itu yang ke-35 di GBK.

Panggung yang mewah dan megah, berukuran 43 m x 24 m, plus tujuh buah LED yang ditata rapi, tata suara paten, dan permainan cahaya menawan menjadikan konser ini sangat layak untuk perayaan HUT ke-35 Slank. Apalagi masih ditambah dengan atmosfer meriah yang dibangun para Slankers yang tak henti mengelu-elukan Slank .

"Kami memang sering ditonton banyak orang, tapi di GBK ini kan berbeda," ujar Bimbim, dalam jumpa pers usai konser. "Janji Dhani Pette (POS Entertainment, penggagas konser) kayaknya berhasil."

Ivanka juga tak kuasa menyembunyikan rasa bahagianya. "Ini istimewa, panggung istimewa, production istimewa. Ini kado terindah untuk kita semua," ujar bassist berkepala plontos itu.


Tak Kurang 30 Lagu

Bimbim bersama kawan-kawan tampil cemerlang dalam Konser HUT ke-35 Slank Indonesia Now di GBK, Minggu (23/12). (Bambang Eros/Fimela)

Slank sendiri total memainkan tak kurang dari 30 lagu di konser berdurasi nyaris tiga jam itu. Tentu saja lagu-lagu yang mainkan adalah yang familiar di telinga Slankers karena mereka terus ikut bernyanyi bersama sepanjang konser.

Lanjut Baca:

Slank juga sangat jeli menyusun setlist lagu-lagu yang mereka bawakan. Lagu-lagu yang punya nilai "magis" kuat seperti "Mawar Merah", "Gara gara Kamu", "I Miss U but I Hate U", serta "Kirim Aku Bunga" diletakkan di awal untuk terus memelihara aura konser. Seperti biasa, Kaka juga sangat energik dan komunikatif. Berkali-kali dia melemparkan joke-joke segar. Kaka juga terus mengingatkan Slankers agar tetap tertib selama dan setelah konser. Setelah itu, Slank berturut-turut menggeber dua lagu ngebeat, "Ngerock" dan "Tong Kosong" di lagu kedelapan dan kesembilan. Slank baru menonjolkan bintang tamu perempuan mereka di lagu ke-10, saat Tiwi Shakuhachi memainkan akordeon di intro lagu "Gemerlap Kota", dengan back up suara kibor dari Christabel Alora. Setelah itu, di lagu ke-11, giliran pemain saxophone, Sistha Anindya mendapat kesempatan unjuk gigi di lagu "Jinna dalam Pelarian". Tiupan dara cantik ini memberikan nuansa tersendiri pada lagu yang diambil dari album Minoritas yang dirilis tahun 1996 itu. Kelar "Jinna dalam Pelarian", Slank memainkan lagu "Oh Renny". Namun, ada yang berbeda, karena di lagu ini, Bimbim yang bernyanyi sambil bermain gitar. Sedangkan drum dimainkan Rani Ramadhany. "Gue butuh drummer satu lagi nih, buat mainin lagu ini," ujar Bimbim, sambil meninggalkan set drumnya. Lagu "Oh Renny" memang punya arti tersendiri bagi Bimbim, karena bercerita tentang sang istri. Setelah itu, Slank kembali memainkan lagu-lagu andalan mereka. "Virus", "Seperti Para Koruptor", "Orang Merdeka", dan "Pulau Biru" bergantian digeber membuat tensi naik lagi. Lalu dilanjutkan dengan lagu "#1".  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya